Skip to main content

Beach Clean Up with The Body Shop

Beach Clean Up with The Body Shop

Ajak Diri Sebelum Ajak Masyarakat

Makassar— Tidak terasa rangkaian Makassar International Writer Festival 2018 telah sampai pada penghujung rangkaian. Memasuki hari terakhir, MIWF mengajak para pengunjung untuk tidak hanya berkecimpung dalam dunia sastra dan seni, tapi juga untuk terlibat secara aktif dalam menjaga lingkungan hidup. Sabtu pagi (5/05) halaman depan Fort Rotterdam sudah ramai dipenuhi oleh pengunjung yang lengkap dengan atribut kaos, topi dan kacamata. Mereka yang sebagian besar muda-mudi tersebut bersiap untuk mengikuti Program Beach Clean Up with The Body Shop Indonesia.

“Saat ini, Ikan di perairan Amerika telah mengandung 70% mikroplastik, sedangkan ikan di Indonesia mengandung 40% mikroplastik,” ujar ibu Suzy Hutomo, chairman dari The Body Shop Indonesia. Plastik yang dibuang di laut lama-kelaman akan terurai menjadi mikroplastik, dan ikan akan memakan mikroplastik tersebut secara tidak sadar. Ibu Suzy menekankan pentingnya kesadaran diri membersihkan sampah di laut demi menjaga kesehatan tubuh.

“Kita banyak mengonsumsi Ikan. Bagaimana kalau mikroplastik tersebut sampai masuk ke dalam tubuh kita?” ungkapnya. Suzy sendiri selama ini selalu aktif dalam kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Maret 2018 lalu ia baru saja melakukan kegiatan clean beach serupa di pantai Kuta, bali.

Pengunjung yang hadir sebagian besar merupakan kalangan civitas dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin serta karyawan dari The Body Shop Makassar. Masyarakat umum serta aktivis lingkungan juga ikut terlibat dalam kegiatan. Pada pukul setengah tujuh pagi, seluruh pesera program berkumpul di Fort Rotterdam. Berkat cuaca pagi yang menyegarkan, seluruh peserta berjalan dengan antusias bersama-sama menyusuri jalan menuju pantai Losari. Sambil membawa karung, mereka mengumpulkan botol bekas minum, plastik bekas, serta tusuk sisa makanan, baik yang ditemukan di pinggir jalan maupun di pinggir pantai yang sudah di reklamasi.

Dhey, salah seorang peserta program yang juga aktivis lingkungan hidup sangat mengapresiasi gerakan ini. Ia dengan antusias mengambil sisa-sisa gelas bekas yang bertebaran di laut. “Kalau bukan dari kita yang mulai, lalu siapa lagi?” ungkapnya yang menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan melalui gerakan Laskar Pemulung, yaitu gerakan untuk memotret sampah sebelum di foto.

Program yang dilakukan hari ini diharapkan dapat dicontoh juga oleh masyarakat serta nelayan sekitar pantai. “Melihat kita mengambil sampah-sampah ini, kita harap mereka juga menjadi kasihan. Lalu akhirnya ikut terlibat dan perlahan mulai menjaga agar tidak membiarkan plastik di sungai,” lanjut Dhey.

Terakhir, peserta dan ibu Suzy mampir mengunjungi Perahu Pustaka yang tengah bersandar di pantai Losari. Sebanyak 10 karung digunakan untuk menampung sampah yang dikumpulkan pada program ini.

 

Kontributor: Nisrina Hanifah

Time