Skip to main content

Book Launch dan Playdate Bersama Lala Bohang

Book Launch dan Playdate Bersama Lala Bohang

Buku The Book of Question dari Lala Bohang secara resmi diluncurkan di hari terakhir Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018. Menurut Penulis yang lahir di Makassar ini, buku setebal 504 halaman ini pada awalnya Ia tulis saat sedang melakukan residensi di Galeri Nasional tahun 2014 dan hanya ditujukan untuk kepentingan pameran saja. Buku ini Lala tulis terinspirasi dari buku The Book of Answer karya Carol Bolt. Menurutnya, jika ada buku tentang jawaban maka seharusnya juga ada buku tentang pertanyaan.

Mengenai mengapa buku ini diluncurkan di MIWF tahun ini, Lala menceritakan bahwa pada MIWF tahun 2017 lalu, buku ini sempat dipentaskan dalam kegiatan Reader Bunker. Menariknya, yang tertarik untuk ikut bermain bukan hanya peserta saja namun juga para penulis. Hal inilah yang kemudian mengantarkan Lala pada keputusan untuk menerbitkan buku The Book of Question ini tahun 2018  ini.

Menurut Lala ada empat fungsi penting dari buku ini yakni pertama untuk menengok kembali ke dalam diri sendiri, karena di zaman sekarang kita hidup di dunia yang banyak sekali distraksi; kedua adalah untuk keperluan ice breakers dengan orang-orang yang baru kita kenal, karena dari buku ini kita bisa mendapatkan bahan pertanyaan yang lebih personal dan juga dapat memperoleh jawaban yang lebih qenuine (tulus); ketiga dapat membantu untuk mengetahui layer-layer dari orang-orang terdekat (inner circle) kita yang sebelumnya ternyata belum kita ketahui; keempat dapat berfungsi sebagai pemantik ide dengan memainkan buku ini dengan diri sendiri.

Proses riset buku ini menurut Lala cukup organik dan sporadis, di mana Lala memanfaatkan orang-orang dekat disekelilingnya sebagai contoh kasus. Ia menanyakan kepada mereka mengenai lima jenis pertanyaan teratas yang ada di dalam kepala mereka. Berdasarkan hasil riset ini, ada tiga jenis pertanyaan yang rata-rata diajukan oleh hampir semua responden, yaitu mengenai eksistensi diri, kematian dan cinta. Ketiga hal ini merupakan pertanyaan dasar (basic question) dari hampir semua responden. Pertanyaan inilah yang kemudian ditelisik dan dikupas lebih mendalam oleh Lala hingga menghasilkan buku setebal 17 cm ini.

Buku The Book of Question ini bisa dibilang cukup unik, karena sifatnya lebih seperti alat untuk bermain. Di halaman ke-3 buku ini diberikan juga petunjuk bagaimana cara buku ini dimainkan, baik sendirian maupun secara berkelompok. Salah satu yang menarik adalah sebelum membuka buku ini, pembaca diharapkan menyentuh tekstur cover buku ini dan berkonsentrasi untuk menyalurkan energi yang sedang Ia rasakan saat itu. Lala sendiri selalu percaya pada kekuatan energi, dimana menurutnya energi yang kita hasilkan akan dapat mempengaruhi buku dan halaman mana yang kita buka dan pertanyaan apa yang kita peroleh. Harapannya dalam menjawab pertanyaan tersebut, pembaca dapat sejenak kembali melihat ke dalam dirinya dan menjawab pertanyaan tersebut dengan jujur.

Setelah bermain dengan buku ini, ada juga sesi yang Lala namakan sesi bersih-bersih. Sesi ini bertujuan untuk membuat peserta yang tadi ikut bermain berkonsentrasi untuk melupakan pertanyaan-pertanyaan yang tadi Ia jawab dan menyadari bahwa pertanyaan-pertanyaan tadi bukanlah suatu hal yang harus mengganggunya. Lala mengungkapkan bahwa harapannya setelah sesi bersih-bersih, para peserta dapat kembali melanjutkan hidup dengan bahagia. Sesi bersih-bersih ini dilakukan dengan cara memejamkan mata bersama-sama selama kurang lebih 1 menit.

Sebelum acara berakhir, Lala berpesan bahwa selama ini kita terkadang terlalu berorientasi untuk mencari jawaban, padahal seringnya jawaban itu kita bisa temukan dalam proses pencarian. Harlystiarini.

Kontributor: Harlystia Rini

 

 

Time