Skip to main content

Book Launch: Hikmat Darmawan; Sebulan di Negeri Manga

La Macca Creative Corner kembali meriah di pagi hari ketiga gelaran MIWF 2018. Pasalnya, hari ini kaum muda Makassar yang tertarik dengan dunia komik atau manga mendapat kesempatan untuk berdiskusi melalui program Talkshow, Book Launch dan Workshop bersama salah satu Penulis dan Komikus terkemuka Indonesia, Hikmat Darmawan. Acara ini dipandu oleh Nurabdiansyah, yang merupakan dosen Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Makassar dan juga aktivis industri kreatif Makassar.

Hikmat Darmawan sendiri dikenal sebagai pakar komik dan pengamat budaya pop, dan telah menulis berbagai esai dan buku dalam bidang ini. Latar belakang pendidikannya adalah FISIP UI, jurusan komunikasi. Selama ini, ia sering menulis kolom untuk Koran Tempo, Gatra, Majalah Tempo, Kompas, dan Visual Art. Ia juga menjadi penerjemah dan editor lepas. Ia juga pernah menjabat sebagai editor Majalah Madina, kurator pameran komik untuk Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan manajer program di MP Book Point. Kebanyakan waktunya tertuang untuk menggerakkan kegiatan budaya di Indonesia. Ia pun turut mendirikan berbagai organisasi yang bergerak di bidang seni budaya seperti Musyawarah Burung, Akademi Samali dan RumahFilm.org, tempat ia kini menjabat sebagai managing editor.

Dalam kesempatan ini, Hikmat Darmawan melaunching buku terbarunya yang berjudul "Sebulan di Negeri Manga". Buku ini berisi catatan perjalanan Hikmat Darmawan selama sebulan pertama melakukan perjalanan riset jurnalistiknya mengenai manga di Jepang. Ia mengungkapkan bahwa pengalamannya sebulan pertama tersebut cukup “menabjukkan” mengingat Ia mengaku berangkat ke Jepang pada tahun 2010 tersebut dengan mental sebagai orang asing yang pengetahuannya tentang Jepang sangat minim.

“Selama sebulan pertama saya disana, saya merasa seakan berada di planet lain dan ternyata semua hal yang saya alami disana jauh di luar bayangan saya,” ceritanya.

Buku ini berisi gambar-gambar perjalanan “kaki” Hikmat Darmawan, sambil tersasar-sasar di negeri sakura yang dilengkapi dengan narasi-narasi pendek untuk menjelaskan gambar tersebut. Dalam kesempatan ini, Hikmat Darmawan juga menampilkan preview bukunya melalui slide show, sehingga audiens dapat melihat gambar-gambar di buku ini secara langsung.

Riset yang dilakukan Hikmat Darmawan ini merupakan grant dari Nippon Foundation dengan tema Asian Public Intelectual dimana penelitian-penelitian yang dilakukan ditujukan untuk kepentingan public, bukan akademis. Oleh karena itu, metode pendekatan yang digunakan oleh Hikmat Darmawan adalah “The art of being there” dan “The art of writing to make the reader also being there”. Hikmat Darmawan mengungkapkan bahwa faktor yang melatarbelakangi Ia membuat proposal penelitian ini adalah rasa penasarannya mengapa sub-kultur manga di Jepang sebegitu gigantik dan berkembangnya.

Namun, kemudian muncul pertanyaan, mengapa Ia menunggu begitu lama untuk menerbitkan bukunya ini dan apakah buku ini masih akan relevan dengan kondisi saat ini. Terkait hal ini, Hikmat Darmawan mengungkapkan bahwa demi mengantisipasi hal ini, Ia sengaja meluangkan waktu sekitar satu minggu untuk ke Jepang pada  tahun 2017, sehingga Ia bisa meng-update isi bukunya, hal apa yang masih sama dan hal apa yang telah mengalami perubahan.

Di luar buku yang di-launch oleh Hikmat Darmawan hari ini, Ia juga mengungkapkan harapannya bahwa dari hasil risetnya ini, bisa mendukung perkembangan indusrtri komik di Indonesia.

“Hal yang penting untuk diingat adalah, kita harus bisa mengambil atau mengikuti keberhasilan industri komik disana, namun harus diolah kembali sehingga tetap sesuai dengan kondisi Indonesia dan tidak kehilangan ciri khas atau identitas kita,” ungkapnya.

 

Kontributor: Harlystiarini

Time