Skip to main content

Book Launch: “Not Virgin Mary”

Book Launch: Not Virgin Mary

Book Launch: “Not Virgin Mary”

Membuka Ruang Perbincangan Agama Lewat Buku

Book launch: Not Virgin Mary

Feby Indirani mencoba menyuarakan tentang kehidupan beragama di Indonesia lewat karyanya Not Virgin Mary yang memuat 19 cerita pendek. Buku yang juga terbit dalam versi Bahasa Indonesia dengan judul Bukan Perawan Maria ini adalah salah satu buku yang dilauncing di Makassar International Writers Festival (MIWF), Rabu, 2 Mei di Taman Baca yang berada di areal pekarangan Fort Rotterdam. Feby adalah seorang jurnalis dan penulis yang sudah mulai menulis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Lalu  SMA, ia mulai membuktikan bakatnya dengan menjuarai berbagai kompetisi menulis dan akhirnya berhasil menerbitkan novel pertamanya berjudul Simfoni Bulan pada 2016.

Di bukunya kali ini—Not Virgin Mary—Feby mengangkat tema yang cukup sensitif, yang melihat persoalan negeri ini dari sudut pandang agama. Rosmah Tami, moderator yang mendampingi penulis, mengatakan buku ini berisi sentilan-sentilan kepada pihak tertentu, tapi menolak untuk membahas lebih detail dan hanya menganjurkan para peserta diskusi untuk membaca bukunya. Menurut Rosmah, bahasa adalah media perjuangan dan lewat buku kita bisa menyuarakan keresahan dan pendapat-pendapat yang sebelumnya tidak ada yang berani menyuarakannya.

Book launch: Not Virgin Mary Suasana Book Launch Not Virgin Mary

Karena mengambil setting dan perspektif bercerita dari sisi agama Islam, Rosmah dan Feby sepakat bahwa target pembaca buku ini memang menargetkan pembaca muslim pada khususnya. Karena tema yang  cukup sensitif, beberapa peserta yang bertanya juga mengungkapkan kekhawatirannya, dimana membaca buku ini bisa menimbulkan dilema dan kontradiksi bagi pembacanya, terutama mereka yang terlalu ekstrem dan temperamental jika sudah berbicara beragama.

Feby sendiri mengaku menulis buku ini justru ingin membuka ruang diskusi tentang mana sebenarnya yang boleh dan tidak boleh dalam kehidupan beragama pada khususnya dan kehidupan bermasyarakat pada umumnya. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa kita hidup di negara yang mengakui lebih dari satu agama, dan kita harus saling menghargai,” katanya. 

Book Launch yang digelar di ruang terbuka ini cukup ramai dan orang-orang semakin banyak berdatangan seiring berlangsungnya acara dengan suasana sore yang semakin sejuk. Di sisi lain Taman Baca juga tersedia book stall berisi buku-buku yang bisa menemani pengunjung Fort Rotterdam untuk menikmati sore.

Di tengah acara, Wisnu dari Gramedia Pustaka Utama melakukan “ritual” penyerahan buku secara simbolik kepada Feby Indirani selaku penulis untuk meresmikan peluncuran buku tersebut. Feby tampil membacakan salah satu cerita dalam bukunya Not Virgin Mary, sambil memperagakan tokoh dalam cerita tersebut. |N FIRMANSYAH

Time