Skip to main content

Book Lounch: Firman dan Sebiji Apel

Book Lounch: Firman dan Sebiji Apel

Book Lounch - Firman dan Sebiji Apel

“Di toko, sering kali buku puisi menjelma sebagai makhluk antara ada dan tiada.”

”Firman dan Sebiji Apel” diambil dari salah satu judul puisi yang ada di buku Dalasari Pera. Melalui puisi-puisinya dalam buku ini, penulis mencoba bercerita tentang ibu, ayah, perempuan, pergolakan batin, dosa, dan cinta.

Buku ”Firman dan Sebiji Apel” diluncurkan di Makassar International Writers Festival (MIWF) Jumat, 29 Juni 2019, di Verandah 2 Fort Rotterdam, Makassar. Diskusi buku yang dipandu Rosman Tami ini dihadiri sekitar 20 peserta, di antaranya kawan-kawan dari Komunitas Lego-lego Makassar dan Komunitas Malewa.

Dalasari Pera atau biasa disapa Kak Dala berprofesi sebagai guru di SMP Muhammadiyah Belawa. Dala mulai produktif menulis puisi sejak tahun 2011 sampai 2012, dan memulai menulis puisi untuk bukunya sejak 2013 sampai dengan 2017, diterbitkan tahun ini.

Profesinya sebagai guru tidak menurunkan semangatnya untuk tetap berkarya. Tulisannya sudah tersebar di mana-mana, media cetak, media daring, majalah, baik tulisannya yang berupa fiksi maupun non fiksi. Ada puisi, cerita pendek, opini maupun esai.

Sebuah perjalan panjang dilalui oleh Dala untuk mencatatkan namanya sebagai penulis puisi perempuan yang ada di Makassar. Di toko buku, sering kali buku puisi menjelma sebagai makhluk antara ada dan tiada. Menurut Dala, buku puisi seperti tidak dianggap oleh para pembaca, ketika seseorang berada di hadapannya, mereka hanya berlalu lalang, dan itu menjadi alasan Dalasari membutuhkan waktu yang panjang sehingga pada akhirnya ia ingin menyatukan puisi-puisinya dalam sebuah buku puisi yang berjudul Firman dan Sebiji Apel.

Dalasari menegaskan akan pentingnya membaca, karena dengan kita tidak membaca kita akan mengalami dua hal yaitu, kita akan merasa terpuruk dan akan terus merasa tinggi.

Disela-sela proses tanya jawab, Darmawati Majid yang merupakan salah satu pembicara di kegiatan MIWF 2019 ikut serta dalam program launching buku Dalasari dan membacakan salah satu puisi dalam buku Dalasari Pera yang berjudul Pasar Cakar. (*)

Wahyuni