Skip to main content

A Cup of Poetry: Menghabiskan Senja dengan Ciuman Penghabisan (Day 2)

A Cup of Poetry: Menghabiskan Senja dengan Ciuman Penghabisan (Day 2)

Segelas kopi pahit di tangan, duduk santai diatas bean bag warna warni sambil mendengarkan lantunan puisi menanti sunset. A cup of Poetry merupakan salah satu acara favorite pada program MIWF 2018. Setelah disuguhkan workshop dan berbagai acara menarik lainnya sepanjang hari, acara ini seakan menjadi tempat paling tepat untuk menghabiskan sore romantis sambil menikmati senja. Acara ini hadir setiap hari, pukul 17.00-18.00 Wita yang berlangsung di Taman Rasa Fort Rotterdam.

Selain menikmati puisi, di acara ini peserta pun bebas berpartisipasi untuk membacakan puisi dengan dipandu oleh Ibe S Palogai, penyair sekaligus penulis buku puisi berjudul Solilokui dan telah beberapa kali menerbitkan puisi, esai dan cerpen karyanya di media cetak. Kamis 3 mei 2018, juga turut dimeriahkan oleh pengunjung mancanegara asal Jepang yang berpartisipasi dan membacakan puisi dari negaranya. Boy chandra, penulis buku Cinta Paling Rumit juga membacakan beberapa puisi karyanya dihadapan peserta a cup of poetry, salah satunya: Menjadi Matamu.

"Aku ingin memahami bagaimana menjadi matamu, Lalu mengerti apa yang kau rasakan saat melihatku," seperti itu penggalan singkat puisi Boy Chandra yang kemudian diikuti riuh tepuk tangan penikmat puisi lainnya. Penyair terakhir dibawakan oleh seorang wanita berkerudung biru berbaju merah muda, membawakan karya puisi miliknya yang berjudul Fana. "Ia salah mencintai senja. Senja memang tak nyata, hanya bayang bayang. semua perasaannya sama seperti fana."

Kontributor: Sry Novi Yanti Sofya

Time