Skip to main content

Klinik Bahasa bersama Ivan Lanin

Klinik Bahasa bersama Ivan Lanin

Kelas Klinik Bahasa digelar di gedung Chapel, Fort Rotterdam, Makassar pada pukul 16:00-17:30 dan diisi oleh pakar internet Indonesia sekaligus wikipediawan pencinta bahasa Indonesia, Ivan Lanin. Aktivis yang giat menganjurkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ini berkolaborasi dengan salah satu penyelaras bahasa dari Kompas, Appolo.

Sebelum menjadi pegiat bahasa Indonesia, Ivan Razela Lanin adalah seorang programmer, Chief Technology Officer di APB Group, dan Editor Google Indonesia.

Dalam kelas yang berlangsung hampir dua jam ini, Ivan Lanin dan Appolo fokus membahas mengenai kesalahan-kesalahan yang sangat umum dilakukan dalam berbahasa dan keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh penulis dan jurnalis pada khususnya. Menurut Ivan, penulis harus punya keterampilan menyimak, menulis, dan membaca yang baik untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas bagi pembaca.

Antuasiasme audiens untuk mengikuti Klinik Bahasa bersama Ivan Lanin benar-benar besar, terlihat dari penuhnya ruangan hingga ke luar dan juga diikuti oleh sekitar delapan orang yang berkebutuhan khusus sehingga harus dibantu dengan penerjemah khusus. Kelas berlangsung sangat interaktif, banyak dari audiens yang melontarkan pertanyaan setelah kedua pemateri utama memaparkan materi mereka. Salah satu penanya juga ternyata adalah seorang penulis yang juga adalah tamu undangan acara Makassar International Writers Festival, Windy Ariestanty yang sehari sebelumnya mengisi kelas Travel Writing Workshop di gedung yang sama.

Windy yang tak lain merupakan travel writer bertanya mengapa mereka—Ivan dan Appolo—memilih bahasa Indonesia alih-alih bidang-bidang lain yang lebih menarik dari sekadar bahasa yang semua orang menggunakannya sehari-hari, yang kemudian dijawab oleh Ivan Lanin bahwa karena bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat sederhana—lebih sederhana dari bahasa-bahasa lain yang pernah ia pelajari.

“Bahasa Indonesia tidak mengenal tenses seperti bahasa Inggris, tidak mengenal istilah feminine dan maskulin, dan tidak ada tunggal atau jamak sehingga mudah dipelajari,” lanjut Ivan.

Perihal fenomena penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang ditanyakan oleh peserta lain, Ivan Lanin berpendapat, “Jangan banyak protes soal bahasa Indonesia, pelajari baik-baik, pahami, karena pada akhirnya bahasa terbaik adalah bahasa ibu.”

Di sela-sela acara, Appolo dari Kompas memberikan cinderamata kepada Ivan Lanin dan kepada beberapa peserta Klinik Bahasa yang sudah aktif berinteraksi dan membuat diskusi semakin menarik dari awal hingga selesai.

 

Kontributor: N.Firmansyah

Time