Klinik Bahasa Bersama Ivan Lanin

Makassar, 4 Mei 2018 – Setelah sehari sebelumnya (3/5/2018) Ivan Lanin mengisi sesi Klinik Bahasa bersama penyelaras bahasa dari Kompas, Appolo, dengan materi yang spesifik menyasar para jurnalis, kali ini ia membawakan materi “kesalahan berbahasa yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari” sendirian.

Ivan Razela Lanin yang lahir di Jakarta, 16 Januari 1975 silam ini adalah seorang programmer, Chief Technology Officer di APB Group, dan Editor Google Indonesia. Kini ia fokus mengembangkan aplikasi KBBI V dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan membagikan tips menulis lewat akun-akun media sosialnya.

Dalam sesi ini, Ivan Lanin fokus membahas kesalahan berbahasa Indonesia dari sisi teknis dan mekanis dengan sangat detail mulai dari penulisan tanda baca hingga ke contoh kalimat yang baik dan benar. Hal inti yang dipaparkan Ivan Lanin dalam durasi kurang lebih satu setengah jam yaitu tataran ejaan, tataran kata, tataran kalimat, dan tataran paragraf. Beberapa kali, Ivan memberikan contoh kata-kata baku yang diyakininya kurang populer di kalangan masyarakat umum namun sebaiknya tetap digunakan dalam konteks tertentu.

Sama seperti sehari sebelumnya, peserta Klinik Bahasa juga sangat ramai dan masih diikuti oleh beberapa peserta yang berkebutuhan khusus sehingga Ivan Lanin didampingi oleh penerjemah bahasa khusus dalam membawakan materinya. Ivan Lanin yang mulai aktif menulis dan menyunting informasi di Wikipedia sejak tahun 2006 menekankan kepada orang-orang bahwa bahasa harus disampaikan dengan baik karena bahasa harus menghargai mutu, dan yang pasti, harus sesuai konteks.

“Di KBBI V, kita punya Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang paling baru. Unduh dan gunakan,” kata Ivan Lanin menyarankan.

Meski ia adalah penggiat bahasa bahasa Indonesia, namun Ivan pun tidak pernah melarang jika orang-orang ingin mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris. Seperti yang selalu diulang-ulangnya, “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing karena itu adalah semboyan bahasa yang harus dijunjung setinggi-tingginya.”

Tiap kali selesai memaparkan submateri, Ivan Lanin selalu memberikan contoh kasus sesuai dengan yang sering terjadi agar peserta dapat menangkap dan memahami hasil presentasi dengan cepat.

 

Kontributor: N.Firmansyah

Time