Skip to main content

Konten Digital Ruang Kreatif Tanpa Batas

Konten Digital Ruang Kreatif Tanpa Batas

Riri riza

Peluang seorang pencipta konten sangat besar karena informasi semakin mudah diakses. Kemudahan itu, kata Riri Riza juga turut membentuk kebiasaan melakukan streaming di mana-mana. Hal tersebut disampaikan saat talkshow Digital Content-From Strategy to Creation, Kamis, 27 Juni 2019, di Same Hotel.

Ruang Batavia Mini Ballroom penuh padat, beberapa peserta rela berdiri demi mengikuti talkshow bersama sutradara Riri Riza. Lelaki kelahiran Makassar ini membahas perkembangan industri perfilman Indonesia di tengah pesatnya kemajuan digital.

“Rumah saya itu kan di Bintaro, pinggiran Jakarta, jadi saya biasa menggunakan kereta ketika pulang ke rumah. Kebiasaan orang-orang di kereta kini mulai berubah. Sekarang, meski di kereta, orang-orang sibuk melakukan streaming di telepon pintarnya masing-masing,” kata Riri sambil mengangkat telepon genggamnya.

Lulusan Institut Kesenian Jakarta ini mengatakan kebiasaan streaming dapat menjadi hal positif bagi pembuat konten. Contohnya, perusahaan Netflix yang kini menyediakan film melalui platform digital. Meski masih seumur jagung, Netflix sudah mampu meraup untung yang sangat besar karena mampu menyediakan layanan berdasarkan kebiasaan orang-orang saat ini.

Kebiasaan menonton online turut berkontribusi dalam proses kreativitas para pembuat konten. Menurutnya, pembuat konten memiliki ruang kreativitas lebih luas karena tidak lagi dibatasi oleh lamanya durasi film atau karya yang mereka buat.

“Platform yang digunakan saat ini tidak membatasi bentuk karya yang hendak kita buat. Bentuk-bentuk konten yang 3 sampai 4 tahun lalu tidak terpikirkan atau bahkan dianggap tidak mungkin untuk dibuat, dengan kemudahan yang ada saat ini, semuanya menjadi mungkin,” lanjut Riri.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus mengasah kreativitas dalam membuat konten. Sebab saat ini telah banyak perusahaan yang mencari pembuat konten untuk diberikan modal.

Talkshow yang dipandu Benny Wahyu dibagi menjadi  dua sesi pertanyaan. Salah satu peserta, Rizal bertanya seberapa merdeka pembuat konten dalam berkreasi di Indonesia?

“Kita mesti percaya jika kemerdekaan itu ada,” ujar Riri.

Ia memberi gambaran, Pramoedya Ananta Toer yang mampu menghasilkan karya sekelas Bumi Manusia saat ia dikekang. “Jadi, kuncinya adalah kreativitas dan kita harus percaya bahwa kemerdekaan itu ada,” tutupnya. (*)

Khintan

Time