Skip to main content

Panel Diskusi: Anak Muda dan Buku yang Mereka Baca

Panel Diskusi: Anak Muda dan Buku yang Mereka Baca

MAKASSAR - Rabu 2 Mei 2018, Suasana ruangan yang gerah karena Pendingin ruangan yang tidak berfungsi di ruangan K2 Fort Rotterdam tidak mengurangi keseruan diskusi yang berlangsung selama 90 menit bersama Ziggy Zesyazeoviennazabriszkie, Ronny Agustinus dan Stefanni Bella. Diskusi yang dihadiri oleh sekitar 20 peserta tersebut dipandu oleh Wawan kurniawan selaku moderator yang memimpin jalannya diskusi. Wawan memaparkan topik mengenai jenis buku yang saat ini ramai dibaca oleh remaja, apakah benar remaja hanya membaca buku yang populer serta bagaimana membuat remaja menyukai genre literatur dan topik yang lebih serius.

Buku bergenre romance atau teenlit, tidak dapat dipungkiri, saat ini sedang digemari di kalangan remaja. Ziggy mengungkapkan bahwa proses membaca itu sendiri merupakan proses trial and error. Pembaca akan mengetahui dengan sendirinya setelah membaca apakah suka atau tidak. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat remaja ke topik yang lebih serius adalah dengan menggabungkan genre yang ramai digandrungi dengan genre ataupun topik yang serius. Misalnya menggabungkan genre romance dan sastra. Begitupun dengan Bella yang menuturkan mengenai bagaimana proses menentukan jenis selera tersebut kembali ke tertarikan masing-masing personal atau bergantung kebutuhan pembaca, misalnya ketika suasana hati pembaca sedang sedih maka dia akan cenderung membaca hal-hal yang berhubungan dengan keadaannya saat itu.

"Tidak ada aturan dalam membaca, selama suka jenis bacaan itu, yah silahkan lakukan. Yang penting adalah minat baca itu sendiri. Karena justru minat baca akan berkurang ketika disodori hal yang tidak disukai," kata Ronny Agustinus.

Asril, salah satu tenaga pendidik yang melakukan pembinaan sekolah-sekolah di surabaya memaparkan pertanyaan mengenai salah satu permasalahan sekolah studi literasi adalah bagaimana mengukur siswa tersebut sudah mendapatkan manfaat membaca serta hasil bacaan itu sendiri apakah ada cara untuk mengukurnya.

"Tentu saja hasil bacaan itu sendiri tidak langsung dirasakan namun butuh waktu" kata Ronny. Ziggy juga menambahkan bahwa hasil bacaan itu sendiri lebih berdampak kepada kepribadian, kemantapan emosi jadi tidak bisa di tes. Wawan selaku moderator menambahkan jika ingin dapat menggunakan skala empati dari segi psikologi.

Kontributor: Sry Novi Yanti Sofya

 

Time