Skip to main content

Talkshow with Basabasi.co: Sastra di Dunia Digital

Talkshow with Basabasi.co: Sastra di Dunia Digital

 Sastra Bisa Berkembang Memanfaatkan Teknologi

MAKASSAR - Makassar International Writers Festival (MIWF) yang ke-8 membuat program Talkshow Sastra dalam dunia digital bersama Basabasi, Kamis (3/5/2018) yang dilangsungkan di Veranda Fort Roterdam.

Dengan mengusung konsep duduk bersila, selasar beralaskan lantai dengan tegel hitam tersebut ditutupi dengan karpet hijau, hal ini dimaksudkan agar 20 peserta yang berpartisipasi bisa lebih santai. Bincang-bincang dengan Basabasi berlangsung hangat dan menarik. Mereka tampak antusias sehingga terbangun diskusi terkait penulisan kreatif. Basabasi yang merupakan media daring mengajak peserta untuk bisa berkarya lebih banyak, mengingat kemajuan teknologi.

Pepohonan yang rindang dengan angin semilir yang sesekali berhembus membuat peserta lebih santai dan menikmati jalannya diskusi. "Kemajuan teknologi saat ini harus disikapi dengan baik. Daripada diperalat oleh alat ini, lebih baik kita memaksimalkan fungsinya sebagai alat untuk berkarya. Sebagai sastrawan kita bisa memanfaatkan teknologi. Banyak hal terjadi di dunia maya. Ada banyak ruang- ruang yang bisa membuat kita mengembangkan bakat," ujar Reza Nufa yang disambut tepuk tangan peserta.

Sementara Tia Setiadi lebih menekankan pada penulisan puisi. "Kenapa puisi berjarak dengan masyarakat dan kekuasaan? Saya menemukanjawaban dalam pengamatan itu. Puisi bermuara pada kebebasan," ujar Tia.

Dengan kemajuan teknologi saat ini penulis tidak perlu khawatir, terlebih kepada penulis pemula. Lebih lanjut menurut Tia, puisi selalu memiliki kekuatannya tersendiri, terlepas dari media apapun yang digunakan. Salah seorang peserta yang juga penulis pemula Ahmad Fadil Imran mengatakan, program tersebut sangat bermanfaat khususnya bagi penulis pemula seperti dirinya.

"Kita bisa melek teknologi, memanfaatkan IT khususnya dalam karya, karena banyak yang mengalami kesulitan.  Mudah menjangkau karya- karya dengan teknologi ini," ujarnya.

 

Kontributor: Rahmi Djafar

Time