Skip to main content

Talkshow: In Search of Salawati Daud

Talkshow: In Search of Salawati Daud

Tiap tahun, Makassar International Writers Festival (MIWF) selalu menyajikan program special terhadap sosok yang dianggap berpengaruh terhadap bangsa. Khusus di MIWF tahun ke-8 kali ini, sosok yang dihadirkan kembali untuk dikenang adalah Salawati Daud.

Sosok Salawati Daud diperingati kembali dalam bentuk film Dokumenter yang diputar pada malam pertama MIWF 2018, yang kemudian dirangkaikan dengan acara Talkshow : In search of Salawati Daud yang dibawakan oleh Ika Mahardika, Shinta Febrianti dan dipandu oleh Nurul Inayah. Program tersebut dimulai pada hari Sabtu 5 Mei 2018 di Fort Rotterdam pukul 16.00.

Pembukaan kegiatan diawali dengan pemutaran film dokumenter Salawati Daud karya Ika Mahardika. Dalam film tersebut diceritakan kembali bagaimana sosok Salawati Daud dari beberapa sudut pandang narasumber.

Salawati Daud dalam film dikenal sebagai sosok yang kritis dan aktif dalam organisasi Gerwani. Tahun 1955 Salawati Daud pindah dari Makassar ke Jakarta setelah diusulkan oleh PKI untuk menjadi Anggota DPR. Shinta Febrianti sebagai salah satu pembicara menekankan bahwa Salawati Daud bukanlah anggota PKI. Beliau hanya diutus oleh fraksi PKI karna dipercayai memiliki pengaruh yang cukup kuat.

Salawati Daud sendiri adalah sosok yang dikenal sebagai satu-satunya perempuan pertama yang pernah menjadi walikota di Makassar, namun sosoknya dihapus dari sejarah sejak era orde baru. Beliau pernah menjadi tahanan politik dan kemudian dijebloskan ke sebuah penjara di Bukit Duri selama 13 tahun tanpa proses pengadilan.

"Saya merasa ironis, sebagai pahlawan kemerdekaan, Salawati Daud tidak terlalu dikenal keberadaannya," Ungkap Ika selaku sutradara film dokumenter. Perempuan berusia 20 tahun tersebut mengakui bahwa ke empat narasumber yang ia wawancarai bahkan tidak ada yang berasal dari Makassar.

Salah satu peserta sempat menanyakan di mana Salawati Daud tinggal di Makassar. "Dari narasumber yang kami wawancarai, Salawati Daud itu dulu tinggal di Jl. Kelapa," jawab Ika Mahardika.

Program tersebut berlangsung sangat interaktif dan edukatif sebelum akhirnya berakhir pada pukul 17.30.

Di akhir acaranya, Ika Mahardika selaku sutradara berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar generasi seperti sekarang ini tidak melupakan sosok perempuan seperti Salawati Daud.

 

Kontributor: Reyhan Ismail

Time