Workshop: Membuat Komik Bersama Chinese Whispers Team

Pagi ini di La Macca Creative Corner program Workshop: Creating Comic menghadirkan Rani Pramesti dan Cindy dari Tim Chinese Whispers. Workshop ini terbilang cukup ramai di mana beberapa menit sebelum acara mulai, ruangan workshop sudah dipenuhi peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni dan Budaya Universitas Negeri Makassar.

Mengawali acara workshop Rani Pramesti yang merupakan produser dan pencipta karya Chinese Whispers memberikan penjelasan singkat mengenai karya ini. Chinese Whispers merupakan suatu pertunjukan yang membahas tema-tema tentang identitas. Rani sendiri adalah perempuan asli Indonesia yang yang memiliki silsilah dan garis keturunan Tiongkok. Proyek ini merupakan sebuah penelusuran dengan konsep dan tema terkait dengan kerusuhan yang terjadi pada Mei,1998 silam.

“Saat itu saya masih berusia 12 tahun. Tahun 1998, Saya menganggap diri Saya sebagai orang Indonesia biasa. Namun, saat kerusuhan itu terjadi, saya menyadari bahwa saya dianggap sebagai orang China,” jelas Rani.

Dalam Chinese Whispers Rani membuat sebuah maze (labirin) karena dalam membuat karya ini Ia sering merasa seperti masuk ke dalam labirin. Menurutnya di dalam labirin kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi di belokan selanjutnya. Rani juga mengaku membuat karya ini untuk orang secara luas karena menurutnya semua orang membutuhkan kesempatan untuk mengingat masa-masa tersebut.

“Saya berharap Chinese Whispers memiliki kesempatan untuk berjalan lebih pelan dan berpikir lebih dalam,” tambah Rani. Representasi jagoan Chinese Whispers yang diciptakan Rani merupakan gambar karakter Rani kecil yang dibelah dua yang merepresentasikan identitas Rani. Satu sisi menggambarkan Rani yang merupakan keturunan China (Tionghoa) dan sisi lainnya menunjukkan Rani yang juga keturunan Jawa.

Sebelum memulai kegiatan menggambar komik, Rani berbagi tips beberapa pertanyaan penting yang selalu memandunya dalam membuat sebuah story telling. Salah satu tips yang mungkin paling bermakna adalah pertanyaan mengenai “Apa yang kita ingin pembaca rasakan dan pikirkan setelah cerita selesai” dan “media bercerita apa yang cocok untuk menyampaikan cerita tersebut.”

Cindy yang merupakan ilustrator dari Chinese Whispers memandu jalannya kegiatan menggambar komik strip. Pada kesempatan ini, peserta diajak menggambar komik strip 6 panel dengan cerita yang didasarkan pada pengalaman peserta masing-masing. Sebelumnya, Cindy juga membagi terlebih dahulu proses kreatif yang Ia lakukan selama membuat ilustrasi untuk cerita Chinese Whispers.  Salah satu yang cukup penting adalah proses observasi dan riset sebelum Ia menciptakan karakter Rani.

Kegiatan workshop berlangsung cukup seru di mana peserta diberi waktu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan cerita dan gambar mereka. Di akhir acara, enam orang peserta diajak untuk berinteraksi dan berbagi cerita. Satu cerita yang paling menarik dan mendapat tepuk tangan paling meriah adalah cerita dari Hasbi, Mahasiswa DKV UNM yang menggambar komiknya berdasarkan cerita kegalauannya setiap saat Ia membuka akun social media yang menurutnya banyak berisi foto maupun cerita pasangan kekasih. Tema ini yang Ia kembangkan dengan menggunakan genre komedi sehingga membuat peserta lain yang mendengar tak tahan untuk tidak tertawa.

 

Kontributor: Harlystiarini

Time