Skip to main content

Workshop: Writing as a Journalist and Traveler

MAKASSAR – Penulis sekaligus traveler dan fotografer, Shivaji Das turut meramaikan rangkaian kegiatan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2018 yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 1 UIN Alauddin Makassar, Jumat 4 Mei 2018. Kegiatan workshop yang bertema Writing as a Journalist and Traveler ini dihadiri puluhan mahasiswa dan berlangsung sangat menarik.

Shivaji Das mengawali workshop dengan menggambarkan perkembangan sejarah dari masa ke masa. “Evolusi dunia travel writing dimulai dari masa Hermes hingga ke masa Wenamon yang mengisahkan perjalanannya dari Yunani sampai Lebanon untuk membeli kayu saat itu. Awal abad ke-13, mulai berkembang para traveler writer meskipun pada saat itu masih berupa ajaran-ajaran keagamaan seperti yang dilakukan oleh Ibnu Batutah," ungkapnya.

Dia juga melanjutkan cerita perkembangan travel writing dari awal rentang abad ke-16. “Evolusi abad 16-17 yang juga sebagian besar masih zaman penjajahan, dunia travel writing semakin berkembang, seperti kisah saat Colombus menemukan dan membangun peradaban di amerika latin hingga tokoh Vasco da Gama. Abad ke-16 juga ditandai dengan munculnya penulis buku traveler pertama yaitu Thomas Coryate," sambungnya.

Kemudian dia mencoba untuk menceritakan perkembangan dunia travel writing saat ini yang telah mengalami banyak perubahan. “Ada banyak contoh buku yang menjadi penggambaran dari abad ini seperti Hoofed, Junkyard Planet hingga To A Mountain in Tibet. Yang mengisahkan mulai beragam seperti wanita maupun transgender. Kisah perjalanannya pun sudah sangat beragam, bahkan beberapa di antaranya sudah di-fiksikan hingga perjalanan spiritual," katanya.

Perkembangan zaman juga mengakibatkan berkembangnya berbagai media yang digunakan untuk menceritakan kisah perjalanan tertentu. “Selain buku, blog juga digunakan untuk mengisahkan traveling seperti blog The Poor Traveler. Bahkan juga menggunakan portal untuk mengumpulkan kisah perjalanan seperti Travel Portals. Dan yang terkini pemanfaatan media seperti Instagram, Youtube, serta aplikasi WeChat yang banyak digunakan di China," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Shivaji Das berbagi tips tentang cara menulis yang berkesan tentang kisah perjalanan hidup yang ingin diangkat. “Menulis kisah perjalanan itu untuk mencari ciri khas, sisi-sisi unik dan spesifik dari sebuah tempat. Agar tulisan kita menarik maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti harus ada dialog dalam cerita untuk menambah kekuatan cerita. Kemudian memperhatikan struktur cerita agar part antar paragraf dapat saling berkaitan."

Dia juga menambahkan penting untuk membuat cerita itu dapat hidup. “Menghidupkan kesan humor dalam cerita juga sangat penting agar tidak menimbulkan kebosanan. Melakukan riset awal tentang tempat  yang ingin kita ceritakan, kemudian mengangkat beberapa karakter tokoh disertai dengan menciptakan emosi pembicara yang naik-turun agar menghilangkan kesan bosan adalah hal yang tak kalah penting lainnya," tambahnya. Di samping itu, hal terpenting lainnya adalah turut mempromosikan tulisan kita melalui media apapun.

Shivaji Das kemudian memberikan pesan penting untuk mereka yang ingin bergelut di dunia travel writing. “Travel writing saat ini menekankan pada kualitas gambar dan cerita yang unik."

 

Kontributor: Muh. Haris

Time