Bacakan Puisimu Untuk Secangkir Kopi

May 18, 2017 0

A Cup of Poetry-1

“Saya sudah tidak menjadi penyair lagi, tetapi saya sudah berubah menjadi pendekar, yaitu pendekar suling bambu”, jadi awal perkenalan dari Khrisna Pabhicara di A Cup of Poetry pertama MIWF 2017. Diiringi gelak tawa dari puluhan pengunjung pada Rabu sore.  Sisa-sisa tetesan hujan di sekitar tidak menghalangi kemeriahan  program  pembacaan puisi  yang  dibarengi dengan secangkir  kopi.

Tapi bukan Khrisna saja pembuat puisi yang meramaikan program ini.  Ada Alfian Dippahatang, seorang penulis muda asal Makassar yang juga ikut meramaikan sore ini dengan puisi-puisi bertemakan kulinernya .

A Cup of Poetry juga mengundang pengunjung  yang ingin ikut membacakan puisi. Khrisna bilang, “Kawan-kawan, yang ingin minum kopi, baca puisi dulu”.  Acara yang berlangsung sekitar 60 menit ini ditutup oleh Khrisna dengan  syair “Tanpa Cinta  yang Murni  Kalian Tidak  Akan Menikmati Indahnya Hidup”.

Namun serasa sangat singkat bagi pengunjung yang hadir. “Ededeee… sebentar sekali ji,  coba lama-lama,” kata  Jessica, salah satu pengunjung  yang juga merupakan mahasiswa  yang juga berkuliah di Makassar. Bagi Anda yang belum sempat datang di hari pertama, tidak perlu khawatir. A Cup of Poetry di MIWF akan hadir setiap harinya hingga  20 Mei pada pukul 17.00 – 18.00.

“You better prepare your poet before you sip the taste of coffee”.  #MIWF2017 (Aksan/Kems/Imhe-Tim Media MIWF)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *