Madelaine Dickie : Menulislah Dari Hal Yang Anda Tahu

May 18, 2017 0

Menulislah, inspirasi akan datang saat Anda menulis.

Makassar International Writers Festival hadir di Universitas Islam Negeri Makassar Alauddin, membawa Madelaine Dickie. Penulis asal Australia  ini berbagi berbagi pengalaman dan tips penulisan dalam Workshop Writing yang berlangsung di ruang LT, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis, 18 Mei 2017. Sekitar 50-an mahasiswa juga dosennya meramaikan

Madelainei berbagi pengalaman selama menuliskan novel berjudul Troppo. “Sebagian besar ini adalah pengalaman sendiri,” ungkap Mad—sapaan akrab Madelaine. Menurutnya, sangat penting memulai menulis dari hal yang Anda ketahui.  Seperti yang dilakukan Mad, saat menuliskan Troppo.

Troppo berkisah tentang seorang peselancar di Bali, tentang penghargaan sebagian orang bule, yang tidak menghargai budaya setempat. Apalagi, belum ada yang menulis tentang hal serupa itu, terutama tentang perlakuan bule asal Australia. Meski dirinya berasal dari Australia, namun dia mengaku menulis dengan cara yang  jujur.

“Saya harus tinggal di Sumatera Selatan selama empat tahun untuk melakukan observasi,” ungkap Mad. Saya tidak tahu surfing,  karena saya akan menuliskan tentang itu, maka saya harus belajar.  “Kaki saya bahkan harus berdarah.”

Meskipun fiksi, tetapi ada fakta maka penulisannya harus disesuaikan. “Jika ingin menjadi penulis, kamu harus menulis, jangan menunggu inspirasi. Inspirasi tidak datang setiap saat, jadi menulis saja, ia akan datang saat menulis,” jelas Mad.
Mad juga berbagi tips tentang membuat cerita yang akan dibaca yakni setting, dialog, konflik, dan bahasa yang indah.  Setelah memberikan suntikan kiat- kiat penulis, Mad memberikan pelatihan kepada mahasiswa dengan menantang mereka membuat setting yang menarik. Serta membuat dialog yang bersambut, sehingga dua pemenang diberikan novel karangannya itu.

Kertas yang sudah disiapkan Mad kemudian dibagikan kepada peserta. Dua puluh menit berlangsung dengan pena para peserta menari- nari di atas kertas, beberapa di antaranya juga harus berpikir untuk menghadirkan kalimat- kalimat indah, agar bisa meraih buku yang dijanjikan Mad. Meski sebenarnya dia mengakui 10 orang peserta yang maju membacakan hasil karyanya, telah menghadirkan dengan baik, namun ia harus memutuskan yang terbaik.

Salman, mahasiswa yang begitu antusias mengikuti workshop ini menanyakan alasan Mad mengambil cerita tentang orang Australia. Namun, Mad mengungkapkan bahwa  dalam menulis itu butuh kejujuran. #MIW2017 (Amy/Imhe-Tim Media MIWF)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *