Menulis Skenario dalam Masterclass Penulisan Skenario (Bagian 2)

May 16, 2017 0

Artikel untuk bagian pertamanya bisa dicek di tautan berikut ini dan di sini

Masterclass penulisan skenario oleh Arief Ash-Shiddiq dan Salman Aristo berlanjut hari ini, selasa 16 Mei 2017. Sebagai lanjutan dari masterclass sebelumnya yang diselenggarakan pada hari senin kemarin di Same Hotel Makassar. Sesi pertama diawali dengan penjelasan dari Arief Ash-Shiddiq yang berfokus pada gambaran awal penulisan skenario.

“karakter hanya akan berguna jika ia mempunyai fungsi dalam cerita. Jika ia tidak mempunyai fungsi, kamu hanya akan menyusahkan casting” tuturnya menjelaskan bagaimana memberikan deskripsi karakter dalam skenario.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa penulisan skenario harus jelas dan detail karena skenario yang telah ditulis nantinya akan dibaca oleh kru film lainnya. “kalau itu hanya ada di kepalamu, maka itu tidak akan ada di layar,” tegasnya.

Sesi pertama kemudian dilanjutkan oleh Salman Aristo yang menjelaskan tentang bagaimana menjadi seorang penulis skenario. “film itu dikonsumsi dengan cara didengar dan dilihat di layar. jadi penulis skenario harus ngisi layar, bukan ngisi kertas,” tuturnya. “Betul-betul penulis skenario itu limited sekali, tetapi menyenangkan.”

Salman Aristo kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang pemaparan deskripsi yang detail dalam penulisan skenario. “Penulis skenario tidak  bisa menulis marah atau sedih dalam skenario. Karena apa adegannya?” tegasnya. “bahkan dalam skenario yang rigid sekali, penulis tidak boleh menuliskan sifat”.

Peraih penghargaan Penulis Skenario Adaptasi terbaik Piala Citra tersebut menegaskan bahwa penulis skenario harus banyak melatih diri untuk lebih peka. “kepekaan yang harus diasah oleh penulis skenario, bukan merangkai kata.”

Di penghujung sesi, Salman Aristo dan Arief Ash-Shiddiq menunjukkan sebuah video yang membahas tentang skenario dari film American Beauty karya Sam Mendes dan mendiskusikan bersama dengan peserta. Salman Aristo sedikit menambahkan informasi tentang premis dan hubungannya dengan alur sebagai pengantar untuk sesi kedua setelah istirahat.

Membahas lebih jauh tentang premis

Sesi kedua membahas mengenai alur dan premis. “Jangan langsung menganggap kalau film yang lambat itu dragging atau bertele-tele. Kenapa kita tidak bisa menikmati film yang lambat seperti kita menikmati lagu yang slow?” Ujar Salman Aristo.

Pembahasan mengenai premis dan alur lebih banyak menggunakan contoh agar peserta lebih mudah memahami detail informasi yang diberikan oleh pembicara. Selain itu, contoh yang telah dipaparkan juga didiskusikan kembali bersama peserta.

Arief Ash-Shiddiq kemudian memberikan tugas kepada peserta untuk membuat plot dan premis kepada peserta selama 10 menit. Setelah itu, beliau mengajak peserta untuk membahas premis dan plot yang telah mereka buat.

“jangan pernah karakter menyabotase jalannya sendiri.”

Membangun karakter yang kuat 

Sajian materi selanjutnya adalah tentang cara membuat karakter yang kuat. “kalau plot adalah kendaraan, maka karakterlah yang mengendarai kendaraan itu. karakterlah yang mengarahkan plot itu mau kemana,” Salman Aristo mengawali materi pembangunan karakter, “mau gak mau, untuk bisa membuat karakter yang kuat, kita harus tahu tentang psikologi”

Selain itu, Salman Aristo juga menjelaskan poin-poin penting dalam pembuatan karakter, “ketika membuat karakter yang kuat, dia harus bisa dikenali oleh penonton, harus membuat penonton terpikat, dan harus membuat penonton simpati.”

Materi lalu dilanjutkan oleh Arif Ash-Shiddiq yang menjelaskan lebih rinci mengenai bagaimana membentuk karakter yang kuat dengan analogi-analogi sederhana. Beliau sering mengajak peserta untuk berpikir tentang gambaran karakter dari petunjuk yang ia berikan.

Pembahasan mengenai karakter menjadi akhir dari sesi kedua sekaligus masterclass dari Arief Ash Shiddiq dan Salman Aristo yang telah berlangsung dua hari. Masih banyak agenda lain yang akan digelar dalam Makassar International Writer Festival 2017. Ayo ramaikan!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *