Menyaksikan kata dalam Singing Your Poetry!

May 18, 2017 0

“Sebuah karya seni yang baik akan selalu menghasilkan interpretasi yang baru,” -Sapardi Djoko Damono.

Kamis sore, 18 Mei 2017, puluhan peserta MIWF mulai memadati Grazioso Music Hall di Jalan Onta Lama meskipun hujan melanda langit Makassar sore itu. Sebanyak 32 peserta datang untuk mengikuti sharing session yang bertema “Singing Your Poetry!”. Acara ini menghadirkan Ananda Sukarlan, Sapardi Djoko Damono, dan Poemuse sebagai pembicara. Selain itu, hadir pula Khrisna Pabichara sebagai moderator.

Ananda Sukarlan yang merupakan seorang pianis ternama membagi pengalamannya dalam menggubah puisi-puisi dari penyair terkenal menjadi sebuah karya musik. Menurut Ananda, menciptakan karya musik yang diadaptasi dari puisi memiliki tantangan tersendiri, dirinya harus menjiwai terlebih dahulu puisi tersebut dan terkadang harus mengubah beberapa kata dalam puisi sehingga dapat menjadi indah saat dijadikan sebuah lagu.

Sapardi Djoko Damono, penyair yang beberapa karyanya telah digubah oleh Ananda Sukarlan menjadi karya musik. Saat ditanyai mengenai kepuasannya pada karya Ananda yang diadaptasi dari puisinya, Sapardi mengungkapkan bahwa kita tidak semestinya membandingkan dua karya seni yang berbeda, puisi dan musik tidak layak dibandingkan sama halnya dengan novel dan film, masing-masing karya seni memiliki keindahannya masing-masing.

Selain itu, Sapardi mengungkapkan keresahannya di mana terdapat larangan menghasilkan karya sastra yang mengandung SARA. Menurut Sapardi, inti dari sastra adalah SARA, tugas sastrawan adalah menyampaikan karyanya dengan cara yang tidak menyakiti hati pihak manapun.

Poemuse, kelompok seni pertunjukan asal Bandung hadir membagikan pengalamannya dalam mementaskan karya puisi yang dialihwahanakan ke musik. “Sekuat-kuatnya kata-kata, secantik-cantiknya kata-kata, ada perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, maka lahirlah musik dan tarian,” ungkap Kennya Rinonce, sutradara Poemuse.

Poemuse sendiri akan hadir pada malam ketiga di panggung Makassar International Writers Festival 2017 di Fort Rotterdam untuk menghibur para pengunjung. Jadi, sampai jumpa di Fort Rotterdam! (Arkil Akis/ Tim Media MIWF2017)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *