Leila S. Chudori

Karya-karya awal Leila dimuat saat ia berusia 12 tahun di majalah Si Kuncung, Kawanku, dan Hai. Pada usia dini ia menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Sebuah Kejutan, Empat Pemuda Kecil, dan Seputih Hati Andra. Pada usia dewasa cerita pendeknya dimuat di majalah Zaman, majalah sastra Horison, Matra, jurnal sastra Solidarity (Filipina), Menagerie (Indonesia), dan Tenggara (Malaysia). Tahun 1989, Leila melahirkan kumpulan cerpen Malam Terakhir yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman Die Letzte Nacht (Horlemman Verlag). Cerpen Leila dibahas oleh kritikus sastra Tinneke Hellwig “Leila S.Chudori and women in Contemporary Fiction Writing dalam Tenggara”, di sebuah jurnal sastra Asia Tenggara. Nama Leila Chudori tercantum sebagai salah satu sastrawan Indonesia dalam kamus sastra Dictionnaire des Creatrices yang diterbitkan EDITIONS DES FEMMES, Prancis, yang disusun oleh Jacqueline Camus. Kumpulan cerpennya 9 dari Nadira, yang diterbitkan 2009 (Kepustakaan Populer Gramedia), mendapatkan Penghargaan Sastra dari Badan Bahasa. Tahun 2012 Leila menghasilkan novel Pulang, yang kini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Belanda, Jerman, dan Italia. Novel ini memenangkan Prosa Terbaik Khatulistiwa Literary Award 2013 dan dinyatakan sebagai satu dari “75 Notable Translations of 2016” oleh World Literature Today. Novel terbarunya, Laut Bercerita, yang terbit pertama kali November 2017 dan hingga saat ini sudah memasuki cetakan keempat menjadi inspirasi film pendek dengan judul yang sama yang disutradari oleh Pritagita Arianegara. Leila adalah penggagas dan penulis skenario drama televisi Drama TV berjudul Dunia Tanpa Koma dan penulis scenario film pendek Drupadi (keduanya diproduksi Sinemart).

Year involved