2018

Najwa Shihab

Is a senior journalist and a seasoned news anchor in the country that has become a household name in Indonesian television landscape. She is the founder of Narasi TV, an omni-channel news and media company that creates and manages multiple brands and contents.

One of the brands that she produces and anchors is her own weekly program, Mata Najwa, an influential and award winning talk-show that takes a smart look at politics and current issues of the week. Mata Najwa now airs on Trans 7, a free to air Indonesian nation-wide station. 

Alwy Rachman

Is a humanist, politic observer, writer, and activist for social and grassroots movements. He has also received Celebes Award from the government of South Sulawesi and an award from Minister of Social Affairs on National Social Solidarity Day. He is also a lecturer at the Faculty of Cultural and Literature at Universitas Hasanuddin in Makassar.

Nirwan A. Arsuka

Lahir di Kampung Ulo, Barru, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan formal di Teknik Nuklir, FT-UGM, 1995. Semasa awal kuliah di Yogyakarta, ia  ikut mendampingi anak-anak dan warga Pinggir Kali (Girli) Code. Bersama teman-temannya ia kemudian mendirikan kelompok studi MKP2H (Masyarakat Kajian Pengetahuan, Peradaban dan Hari Depan) dan kelompok aksi GEMPURDERU (Gerakan Masyarakat Purna Orde Baru).

Ika Mahardika

Lahir di Makassar 1995. Belajar membuat film di program Makassar in Cinema. Menyutradarai film fiksi pendek berjudul A Dew on the Tip of Grass produksi Meditatif Films tahun 2017. Sekarang sedang menempuh pendidikan arsitektur di Universitas Hasanuddin

Wika G. Wulandari

Dibesarkan dengan adat Tidore sejak tahun 1996. Mulai tahun 2011 ia merantau ke tiga kota besar: Sorong, Tangerang, dan Yogyakarta. Saat ini Wika sedang mengenyam Ilmu Biologi Murni di Universitas Ahmad Dahlan semester enam. Pendengar yang baik di Komunitas Sastra Jejak Imaji, Yogyakarta. Dia pertama kali menulis cerpen saat kelas dua SMP, dan mulai serius menekuninya saat kelas satu SMA hingga saat ini.

Riyana Rizki

Merupakan nama pena dari Riyana Rizki Yuliatin. Lahir di Masbagik-Lombok Timur pada 16 Juli 1990. Ia mulai menggeluti penulisan cerpen setelah mengikuti lomba menulis cerpen Bali-Nusra dan jatuh sebagai pemenang kedua pada tahun 2007. Selama menempuh pendidikan tinggi, ia bergabung dengan beberapa komunitas/sanggar. Sejak tahun 2008-2012 ia aktif di Lembaga Pers Mahasiswa Pena Kampus, FKIP Universitas Mataram. Secara berkala ia mengisi kolom fiksi. Tahun 2010 ia bergabung dengan komunitas Film Pendek INAS sebagai penulis naskah.

Eko Saputro Poceratu

Lahir di Tihulale, 2 Mei 1992. Sejak lulus SD sudah sudah tertarik dengan dunia sastra ketika membaca puisi W.S. Rendra di perpustakaan sekolah. Mulai merantau ke Ambon setelah lulus SD. Di bangku SMP mulai tekun menulis puisi dan cerpen untuk uang jajan dan tabungan. Kecintaan untuk menulis terbawa sampai kuliah. Sejak saat itu bersama kawan-kawan mendirikan Bengkel Sastra Batu Karang. Sekarang telah mendirikan Bengkel Sastra Kintal Sapanggal dan melakukan berbagai kegiatan sastra bersama remaja dan pemuda.

Mary Zurbuchen

Holds a Masters in Southeast Asian Studies and a Doctorate in Linguistics from the University of Michigan. She has spent much of her professional career working in the field of philanthropy, mostly at the Ford Foundation. She is the author of The Language of Balinese Shadow Theater (Princeton 1987) and the editor of numerous publications.

Rachmi Chaer

Menulis kumpulan puisi perdananya pada 2016, Kubur Aku dengan Mawar Kali Ini (Makassar Indie Books) dan aktif menjadi penulis kolom sastra dan opini media cetak, salah satunya yang lolos lokakarya Internasional Climate Tracker 2017 yang berjudul Indonesia Bebas Deforestasi dan Menerawang Kesehatan Masa Depan. Tahun ini didaulat menjadi finalis Puteri Pendidikan Sulawesi-Selatan 2018