Tidak Semua Millenials Generasi Instan

May 19, 2017 0

Para millenials mudah berpindah-pindah ketertarikan bahkan pekerjaan.

Cap negatif yang diberikan ke anak-anak muda adalah salah, ungkap Yoris Sebastian dalam Program “Instant vs Fast”. Program yang mengisi agenda hari ketiga Makassar International Writers Festival 2017 ini khusus membahas mengenai generasi millenials.

Instant vs Fast mengambil tempat di Veranda 3 Fort Rotterdam sore ini. Dimoderatori oleh Irfan Ramli, program ini berusaha mengubah stigma bahwa semua millenials merupakan generasi instan. Menurut Yoris, beberapa millenials berproses untuk bisa sukses, bukan dengan cara instan. Pria yang juga pernah menjadi General Manager Hardrock Cafe ini menambahkan, yang mampu bertahan dari proses seleksi alam adalah mereka yang berproses, belajar cepat sekaligus memperkaya diri.

Keuntungan generasi millenials dibandingkan generasi sebelumnya adalah kemampuannya mem-branding diri sendiri. Dalam hal ini Yoris memberikan catatan bahwa branding diri harus sesuai dengan diri sendiri.

Para millenials punya karateristik khas, kemampuannya belajar cepat dan mempelajari banyak hal. Yang timbul kemudian adalah para millenials ini mudah berpindah-pindah ketertarikan bahkan pekerjaan. Hal ini banyak dikeluhkan oleh perusahaan-perusahaan yang mencari pekerja loyal. Dirgarahayu Ouina mempertanyakan apakah hal tersebut adalah bagian dari multi potentiality atau inkonsistensi? Dengan santai, Yoris menerangkan bahwa perpindahan ketertarikan maupun pekerjaan harus memiliki satu benang merah sehingga hasilnya muncul spesialisasi yang jelas.

Di sesi ini penulis buku yang juga enterprenuer ini membagikan tips yang diadopsi dari kata Ikagi dalam Bahasa Jepang. Tips ini berisi hal-hal yang perlu dipertimbangakan untuk menemukan passion sekaligus memberikan keuntungan bagi lingkungan sekitar. Pertama, jangan hanya lihat kekurangan tapi juga melihat kekuatan dalam diri. Yang kedua, cari passion-mu. Yang ketiga, membuat sesuatu yang dunia butuhkan. Yang terakhir adalah hasil yang didapatkan harus sesuai dengan yang diharapkan. “Life is about creating yourself, not finding yourself,” ¬†imbuh Yoris diakhir sesi.

Program ini diharapkan dapat membantu para millenials untuk mengejar kecintaannya tanpa terhalangi, dalam program tersebut, Yoris juga memperkenalkan buku terbarunya yang berjudul ¬†“Generasi Langgas”. Buku yang ditulis bersama Dilla Amran dan Yout Lab ini bercerita mengenai generasi millenials, mereka yang lahir tahun 1988 hingga 2000. #MIWF2017 (Ainun/Imhe-Tim Media MIWF)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *