29 Mei -
1 Juni 2025
Mari bersua kembali di Makassar International Writers Festival 2025
Land and Hand dipilih sebagai tema Makassar International Writers Festival 2025, merupakan sebuah seruan dan ajakan untuk bersama-sama memikirkan, membicarakan, dan melakukan perlawanan secara kolektif atas segala bentuk perampasan ruang hidup, pembantaian, penindasan, dan pengusiran berbagai komunitas dari tanah mereka, juga pengerukan dan perusakan lahan yang masih terus terjadi di berbagai tempat, serta hal-hal lain di sekitar persoalan-persoalan genting tersebut.
Pertukaran gagasan dan pengalaman antara penulis, pembaca, seniman, aktivis, akademisi, pegiat komunitas, dan publik dari berbagai latar belakang mengenai upaya perebutan kembali ruang hidup diharapkan membantu kita untuk menemukan sejumlah alternatif pertanyaan dan jawaban dalam menghadapi masalah, baik dalam konteks lokal maupun global.
Direktur dan Co-Direktur MIWF 2025
Kami dengan bangga mengumumkan dua sosok yang luar biasa ini untuk memimpin festival kita ke tingkatan baru: M. Aan Mansyur, yang telah menemani perjalanan MIWF serta perkembangan dunia sastra kita, dan Ilda Karwayu, penulis berbakat dari Lombok, akan mendampingi festival kita untuk membuka kemungkinan-kemungkinan sastra dan literasi di masa mendatang.
Mengapa kita memilih M. Aan Mansyur dan Ilda Karwayu untuk peran ini? Jawabannya sederhana: mereka memiliki dedikasi mendalam terhadap sastra, serta visi yang inspiratif untuk memajukan dunia sastra di Makassar dan kawasan Indonesia Timur.
Kami sangat bersemangat untuk melihat MIWF terus mengembangkan diri bersama M. Aan Mansyur dan Ilda Karwayu. Bersiaplah untuk pengalaman sastra yang lebih mendalam, seru, inspiratif, dan menggugah di Makassar International Writers Festival tahun depan! 📖🌟
Kurator MIWF 2025
Margareth Ratih Fernandez
Ratih adalah lulusan Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta asal Kupang, yang saat ini bekerja sebagai editor lepas untuk beberapa penerbit dan media online. Ia juga aktif menjadi pengelola Sekolah Pemikiran Perempuan dan kolektif Perkawanan Perempuan Menulis.
Ia sesekali menulis baik fiksi maupun nonfiksi. Tulisan-tulisannya terkait isu-isu ketegangan identitas, gender, dan budaya pop dapat diakses di medium.com/@margiefz.workstuff. Tulisannya juga telah dimuat di beberapa antologi, seperti kumpulan cerpen “Tank Merah Muda”, kumpulan cerpen “Berita Kehilangan”, dan “Kronik 65”. Sementara itu, beberapa cerpen dan esai miliknya dapat dibaca di beberapa media online seperti: magdalene.co, bacapetra.co, dan membacasoedjatmoko.com.
Mariati Atkah
Mariati Atkah menulis puisi, esai, dan cerita anak. Ia merupakan emerging writer Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013. Menjelang akhir tahun 2019, ia terlibat dalam residensi bertajuk Weaving Stories, program kemitraan Rumata’ ArtSpace dengan British Council Indonesia untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk baru tradisi penceritaan di Indonesia. Dari program ini, terbit buku anak berjudul Tenri dan Kisah Jari-Jari (2020). Buku puisi tunggalnya yang berjudul Selama Laut Masih Bergelombang (2020) diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan menjadi salah satu nomine Penghargaan Sastra kategori puisi yang diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2021. Saat ini ia bermukim di Kota Ternate.
Nabil Wibisana
A. Nabil Wibisana bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Latar belakang pendidikan formalnya adalah Ilmu Hubungan Internasional dan Sastra Inggris. Selain menulis esai dan puisi, ia juga menerjemahkan, dengan minat khusus pada penerjemahan karya sastra Amerika kontemporer. Buku terjemahannya antara lain Kuda Poni Merah (2019) dan Lembah Salinas (2022). Diundang menghadiri Temu 1 Sastrawan NTT tahun 2013 di Kupang dan Temu 2 Sastrawan NTT tahun 2015 di Ende. Tahun 2017, terpilih sebagai salah satu emerging writer di Ubud Writers & Readers Festival (UWRF), Bali. Mengikuti pelatihan instruktur literasi tingkat nasional tahun 2018 di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Jakarta. Kini ia bekerja sebagai editor di Penerbit Dusun Flobamora, Kupang dan redaktur puisi di Bacapetra.co, Ruteng.
NEWS
SPONSOR





































✨ Pengumuman Peserta Terpilih Emerging Writers MIWF 2026 ✨
Dari 365 karya oleh 233 penulis yang kami terima, setelah melalui proses kurasi, tujuh penulis akhirnya terpilih sebagai Emerging Writers MIWF 2026.
Menutup perkenalan kurator MIWF 2026, perkenalkan, Titah! 💙🤍💛
Melengkapi tim kurator tahun ini, Titah akan berkolaborasi merancang program & percakapan yg akan mengisi festival tahun depan.
Selengkapnya tentang Titah ada di slide 2! ✨
#MIWF2026 #Recoordinate #MeiKeMakassar
Mari berkenalan dengan Juli, kurator MIWF 2026 💙🤍💛
Bersama dua kurator lainnya, Juli juga berperan mempersiapkan program dan percakapan yang akan berlangsung di festival tahun depan.
Selengkapnya tentang Juli ada di slide 2! ✨
#MIWF2026 #Recoordinate #MeiKeMakassar













