Belajar Bernalar dan Bertindak Lewat Buku “Makanya, Mikir!”

MAKASSAR — Makassar International Writers Festival (MIWF) menggelar diskusi buku “Makanya, Mikir!” terbitan Kompas Gramedia pada awal tahun ini, yang ditulis oleh Cania Citta dan Abigail Limuria. Berlangsung di Gedung Chapel Fort Rotterdam Makassar, Kamis sore (29/5/2025), iskusi ini menjadi ruang refleksi kritis tentang cara berpikir dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Diskusi ini dimoderatori oleh salah satu Emerging Writers MIWF 2025 yakni Kristal Firdaus, dan dipandu langsung oleh salah satu penulisnya, Cania Citta. Ia mengajak peserta yang berjumlah sekitar 30 orang untuk memahami proses berpikir sebagai keterampilan yang bisa diasah, bukan sekadar bawaan lahir.

“Sering kali kita ribut bukan karena tidak tahu fakta, tetapi karena tidak paham dasar moralnya. Saya pikir semua orang paham isunya, ternyata tidak. Dari situ saya sadar, kita belum punya fondasi pemahaman yang kuat,” ujar Cania, mengenang debutnya di TV nasional pada tahun 2017 dalam debat soal judicial review pasal zina KUHP.

Sejak itu, ia mendalami jurnal-jurnal dari negara-negara maju seperti Finlandia dan Korea Selatan, dan menyadari bahwa persoalan utama di Indonesia bukan keterampilan teknis, melainkan kemampuan dasar seperti literasi dan bernalar. Dalam lima hingga enam tahun terakhir, Cania pun fokus pada penguatan literasi dasar, numerasi, dan keterampilan berpikir.

Salah satu bagian dalam buku yang menarik perhatian peserta adalah model pengambilan keputusan berbasis cost-benefit analysis (CBA). Cania menjelaskan bahwa “biaya” dalam keputusan bukan hanya uang, tetapi juga waktu dan energi. Bahkan, menurutnya, waktu bisa jauh lebih mahal.

Keseimbangan antara logika dan perasaan juga menjadi bahasan penting. Ia menyoroti banyak orang cerdas yang justru gagal memberi kontribusi karena rendahnya kecerdasan sosial. Masalahnya bukan semata soal konflik antara logika dan perasaan, melainkan bagaimana kita menilai dan menyelaraskan keduanya.

“Padahal, semua bergantung pada faktor internal yang bisa kita usahakan dan faktor eksternal yang tak bisa kita ubah,” tambahnya.

Buku “Makanya, Mikir! kini telah memasuki cetakan keempat dan mendapat apresiasi dari berbagai tokoh publik. Judulnya yang terkesan menantang justru dianggap menarik dan relevan, khususnya bagi pembaca muda.

Diskusi ditutup dengan sesi booksigning serta ajakan kepada peserta untuk terus bertanya dan berpikir sebelum bertindak. Buku ini dinilai relevan bagi generasi yang ingin hidup lebih sadar, terarah, dan seimbang dengan mengandalkan prinsip, refleksi, serta rasionalitas sosial.

 

Penulis : Fadiah Nadhilah Irhad

Fotografer : Andi Alan Galan Savana

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top