Gendra Wisnu Buana merupakan praktisi seni yang tertarik pada studi kolektif seni dan kaitannya dengan representasi identitas kota. Sejak 2019, ia mengelola Spasi Creative Space, sebuah ruang kreatif di Kota Tegal yang berfokus pada kerja-kerja partisipatif dan kolaboratif. Gendra bersama teman-teman menjadikan Spasi Creative Space sebagai ruang bersama untuk bereksplorasi, berkreasi, dan berkolaborasi dalam membangun infrastruktur kebudayaan, khususnya di Kota Tegal. Ia menerima beasiswa Seniman Pasca Terampil dari Djarum Foundation di Padepokan Bagong Kussudiardja (2015), terlibat sebagai performer dalam program "Explanatory" ARTJOG MMXXII, dan meraih magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Gadjah Mada (2024) dengan risetnya mengenai Jatiwangi art Factory (JaF), sebuah kolektif seni yang melekatkan seni kontemporer dan praktik budaya sebagai bagian dari wacana kehidupan lokal di pedesaan.
Gendra menginisiasi sebuah grup musik bernama “njong” yang mengeksplorasi idiom budaya Tegal sebagai pendekatan musikalnya. Kata njong diadaptasi dari kata enyong yang dalam bahasa Tegal berarti aku. Njong terus menggali dan mengeksplorasi kekayaan musik tradisi Tegal seperti balo-balo yang kemudian dipadukan dengan musik elektronik, kendang, rebana, bass, dan saksofon. Pada tahun 2024 njong merilis album pertamanya yaitu “Musim Hujan” yang terinspirasi dari puisi dan sajak-sajak karya Tuti Gintini (Tan Siau Gin).
