Way

Menyelami industri kreatif sejak aktif berkuliah Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, berawal dari lingkup desain dan video, serta produksi film-film pendek. Tahun 2019, Way tergabung dalam tim produksi film dokumenter bersama sineas-sineas muda Melbourne yang bernama Dogmilk Films Collective. Dari situlah, Way tertarik pada kajian dan penelitian Masyarakat Adat.

Tahun 2020, Way diundang untuk melakukan residensi dibawah naungan Dogmilk Films dan terlibat pada instalasi visual di Huru Hara, salah satu rangkaian kegiatan Asia Topa di Melbourne, Victoria. Setelah menyelesaikan residensi, Way akhirnya menjadi anggota Dogmilk Films Colletive, dan menjadi salah satu Co-Director film dokumenter panjang A River in the Middle of the Sky (Salu Dao Tangngana Langi’), yang telah tayang perdana dan menjadi nominasi kategori Film Dokumenter Panjang Indonesia dalam Forum Film Dokumenter (FFD) Jogja 2023. Sepanjang Januari - April 2025, Way beserta tim produksi melakukan Screening Tour di Melbourne, Sydney dan Adelaide.

Selama berkolektif, Way bersama 3 member lain, menjadi kontributor Sipakatuo, sebagai platform yang mengubungkan praktisi gambar dan suara antara Sulawesi dan Australia. Sipakatuo sendiri telah bekerjasama dengan Asialink Arts di Tahun 2021. Belakangan, Sipakatuo masih bergerak untuk proyeksi kekaryaan dengan komunitas-komunitas layar independen di Australia dan Indonesia.

All Sessions by Way

Scroll to Top