MAKASSAR — Diskusi buku “Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya” bersama sang penulis, dr. Andreas Kurniawan, Sp.Kj, diadakan pada Kamis pagi (29/5/2025) sekaligus hari pertama Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025. Program yang fokus pada buku terbitan Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada Februari 2025 tersebut berlangsung di Gedung Chapel, Fort Rotterdam Makassar.
Dimoderatori oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Patmawaty Taibe, diskusi dibuka dengan santai membicarakan mengenai arti kebahagiaan lewat cerita kehidupan sehari-hari. Menurut Andreas, kebahagiaan ditemukan pada hal-hal kecil.

“Kebahagiaan itu adalah menikmati jalan waktu. Kalau teman-teman menikmati jalannya waktu dua jam ke depan, kita sudah bahagia,” ujar Andreas di hadapan para peserta.
Selanjutnya Andreas membahas lebih dalam mengenai buku keduanya itu. Ia mengungkap jika buku pertamanya tentang berduka, maka buku keduanya adalah tentang momen kehidupan yang lebih sulit : meninggal dan rasa duka.
Bukunya menceritakan tentang seorang pasien perempuan yang ingin jadi bunga matahari di kehidupan berikutnya. Lalu tiba-tiba ia mengubah keinginannya itu menjadi pohon semangka. Hal ini membuat psikiaternya merenungkan apa yang terjadi.
Sebelum mulai menulis buku tersebut, Andreas mengaku mencoba menanam bunga matahari. Tapi, momen ketidakberhasilan itu justru membuatnya sadar akan sesuatu. “Tanaman itu mati bukan karena tidak disiram, tapi kebanyakan disiram,” jelas sosok yang berprofesi sebagai psikiater tersebut.
Ia menegaskan bahwa tema yang diusungnya adalah bagaimana membiarkan tanaman itu tumbuh. Ia meminjam istilah skarifikasi, yakni istilah untuk merusak sedikit biji tanaman agar mudah menyerap air sehingga mempercepat proses pertumbuhannya.
“Hidup sudah melakukan skarifikasi kepada kita. Hidup itu melukai kita. Kalau misalnya teman-teman terluka, bisa jadi hal ini proses bertumbuh,” papar sosok yang sudah menulis lima buku tersebut.
Diskusi ini dihadiri pengunjung sebanyak 149 orang—melebihi kapasitas ruangan. Tapi, didorong rasa antusias, hadirin sepakat untuk mendengarkan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menjelaskan isi buku terbarunya sembari duduk melantai.
Penulis : Muh. Yasril Aldilah Sudarmono
Fotografer : Nurul Azizah Awalia

