Pameran “WANUA: Beyond Home”: Penghubung Generasi yang Terpisah Benua

MAKASSAR — Kolektif kesenian asal Belanda yakni Beyond Walls dan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2025 secara kolaboratif mempersembahkan pameran seni “WANUA: Beyond Home”. Pameran tersebut hasil dari program riset dan pertukaran seniman internasional yang mempertemukan seniman, penulis, dan pelaku budaya dari Sulawesi, Maluku, serta diaspora di Belanda pada April 2025 lalu. Bersama-sama, mereka mengeksplorasi warisan bersama melalui riset, penceritaan, dan kolaborasi lintas disiplin.

Pameran tersebut resmi dibuka di Gedung C, Fort Rotterdam Makassar, pada Kamis (29/5/2025). Pameran ini menghadirkan karya-karya dari tujuh seniman. Mereka adalah Theoresia Rumthe, Djé-Rimo, Safa Liron, Hirah Sanada, Rachmat Mustamin, Tiga Batang Rumah, dan Louie Buana.

Wanua, dalam berbagai bahasa dan budaya Austronesia, memiliki makna luas—mulai dari tanah, dunia, semesta, rumah, hingga portal. Tapi, di inti maknanya, Wanua menandakan keterhubungan yang mendalam antara manusia, komunitas, dan lingkungan. Pameran ini mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi Wanua sebagai komunitas, tempat, serta relasi hidup antara manusia dan alam sekitarnya.

Terinspirasi dari kosmologi Bugis dan Austronesia, para seniman menyoroti bagaimana identitas terbentuk melalui hubungan ekologis dan keterikatan pada tempat. Wanua juga mengakui luasnya jangkauan geografis dan budaya komunitas lautan (dari Sulawesi hingga Madagaskar, dan melintasi Pasifik) yang sejak lama telah terhubung melalui kosmologi, jaringan kekerabatan, dan pemikiran ekologis bersama.

Menyatukan Cerita, Menghubungkan Generasi

Seperti dalam epik kuno La Galigo, di mana langit, laut, dan daratan disatukan oleh ikatan leluhur, para seniman percaya bahwa kisah-kisah itu hidup dalam tubuh, ingatan, dan suara kita. Bagi mereka, Wanua adalah simbol keterhubungan lintas manusia, tempat, dan waktu. Meski terpisah oleh lautan, batas negara, atau generasi, ikatan emosional dan spiritual tetap kuat.

Proses pertukaran ide dalam pameran ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi atas makna Wanua—tentang rumah, bukan sekadar ruang fisik, melainkan rasa kebersamaan dan kepemilikan bersama. Sebuah tempat tanpa sekat, di mana batas-batas tidak lagi menjadi penghalang, melainkan benang-benang yang menyatukan.

Terbuka untuk umum selama MIWF 2025 berlangsung, pameran “WANUA: Beyond Home” lahir dari dorongan intuitif untuk mengekspresikan cerita, pengetahuan, dan pengalaman hidup di Sulawesi, Maluku, dan diaspora. Melalui karya-karya yang ditampilkan, pameran ini mengundang para pengunjung untuk merenungkan, dan mendefinisikan kembali apa arti Wanua bagi masing-masing individu.

Desain poster pameran ini dibuat oleh Hirah Sanada, menambah kekuatan visual dalam penyampaian pesan keterhubungan dan keberagaman. Diskusi tentang proses kreatif seluruh seniman yang terlibat dalam program ini juga menjadi bagian dari helatan selama empat hari.

 

Penulis : Almawaddah Cantika Qalbi

Fotografer : Eghi Algipari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top