Editor dan Novelis Ternama dari Prancis Cari Karya Terbaik Indonesia di MIWF 2026

Makassar, OPSI.ID – Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone turut hadir memberikan pidato pembukaan dalam rangkaian MIWF pada Kamis, 14 Mei 2026.

Rangkaian kegiatan delegasi Prancis dimulai pada Kamis pagi pukul 10.00 WITA melalui diskusi bertajuk “Surealisme dan Magis dalam Sastra” yang menghadirkan Philippe Claudel bersama penulis Indonesia Faisal Oddang.

Dalam sesi tersebut, keduanya membahas unsur magis, realisme, dan identitas budaya dalam karya sastra.

Masih pada hari yang sama, pukul 13.30 WITA, Karina Hocine mengikuti sesi “Meet The Publisher” bersama sejumlah penerbit Indonesia seperti Marjin Kiri, KPG, GPU, Sokong, dan BaNANA.

Pertemuan tersebut membuka ruang dialog mengenai peluang penerjemahan karya sastra Indonesia ke bahasa Prancis maupun sebaliknya.

Karina Hocine sendiri merupakan editor dan Sekretaris Jenderal Éditions Gallimard. Rumah penerbitan legendaris asal Prancis yang berdiri sejak 1911. Dikenal menerbitkan karya penulis dunia seperti Marcel Proust, Albert Camus, hingga Antoine de Saint-Exupéry.

Gallimard juga tercatat memiliki katalog puluhan peraih Nobel Sastra dunia.

Sementara Philippe Claudel dikenal sebagai salah satu novelis penting Prancis sekaligus Presiden Académie Goncourt. Lembaga sastra paling prestisius di Prancis yang menaungi penghargaan Prix Goncourt sejak 1903.

Memasuki hari kedua pada Jumat, 15 Mei 2026, Philippe Claudel kembali tampil dalam panel “Hidup dalam Marabahaya” pukul 16.00 WITA. Ia tampil bersama aktivis lingkungan Rossy You dan Faris Gaban.

Diskusi tersebut membahas posisi manusia di tengah ancaman krisis ekologis dan ekosida yang menjadi bagian dari tema besar MIWF tahun ini, “Re-co-ordinate”.

Pada malam harinya, Tim Promosi Sastra Kementerian Kebudayaan RI juga menggelar Networking Night yang mempertemukan delegasi Prancis dengan para pelaku sastra Indonesia. Termasuk penulis muda peserta Emerging Writers MIWF 2026.

Selain itu, MTN Bidang Sastra turut menghadirkan dua penulis Indonesia, Avianti Armand dan Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, dalam program MTN IkonInspirasi Bidang Sastra pada Jumat malam pukul 19.20 WITA untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier kepenulisan mereka.

Kegiatan delegasi Prancis di Makassar tidak hanya berfokus pada forum sastra, tetapi juga menyentuh sisi budaya Sulawesi Selatan.

Pada Sabtu, 16 Mei 2026, Tim Promosi Sastra mengorganisir kunjungan budaya ke Taman Arkeologi Leang-Leang bagi para delegasi Prancis.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengenalan sekaligus penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya Sulawesi Selatan kepada tamu internasional.

Pada hari yang sama, Philippe Claudel juga dijadwalkan membacakan penggalan karya sastranya dalam sesi “Under the Poetic Starr”.

Menariknya, pembacaan karya tersebut tidak hanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tetapi juga diinterpretasikan dalam bahasa isyarat agar dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat. []

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top