MIWF 2026
Programs

PROGRAM MIWF 2026
14-17 Mei 2026
No.Hari/TanggalJamVenueFormat Program*ProgramIntisari/Deskripsi Singkat ProgramPengisi ProgramPartnership
PembicaraModerator
113 March 2026Rumata'Diskusi Panel(Mem)bedah NyamukEko Mallo
dr. Isra Wahid
Aziziah Aprilya
229 April 202613.00-15.00Aula Mattulada'
FIB
Diskusi PanelTranslate Like an Archipelago: Translation and Archipelagic Thinking in the AmericasProfessor Brian Russel RobertsRezky Ramadhani, S.S., M.Litt FIB Unhas
Yayasan Lontar
330 April 202613.00-15.00Rumata'Diskusi PanelMenerjemahkan PramoedyaProfessor Brian Russel RobertsRezky Ramadhani, S.S., M.Litt Yayasan Lontar
413 May 202609.00-11.00SMA 17 MakassarDiskusi PanelMIWF - SPP Goes to SchoolMemperkenalkan tokoh dan pemikir perempuan Indonesia ke teman-teman pelajar, dan mengenalkan Sekolah Pemikiran Perempuan.Wilda Yanti Salam
Chiki
Titah AW
Sekolah Pemikiran Perempuan
513 May 2026CHAPELPRESS CONFERENCE
Thursday, 14 May 2026HOME AND BELONGING
1Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00E-3pameranPop Up Library - Photobook & ZinePerpustakaan yang akan dipenuhi oleh berbagai publikasi artistik seperti buku foto dan zine yang dikurasi oleh Pannafoto Institute, Sokong! Publish, dan Zinemo!Panna
Sokong!
Zinemo!
PELAGIA
2Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00E-4pameranPustaka Visual: Melampaui Teks dalam LiterasiKarya-karya ini menjadi ilustrasi dalam buku-buku cerita anak yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Perbukuan. Tidak hanya sekedar hiasan tempelan teks, ilustrasi-ilustrasi ini memperkaya makna, memperkuat emosi, dan menjadi bagian integral dari cerita.Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat PerbukuanKemendikdasmen - Pusbuk
3Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00E-5pameranPameran Tarot La Galigo-Baca TarotTarot Galigo adalah salah satu upaya Louie dan Alan dalam mengalih-media kan epos La Galigo dari Sulawesi Selatan lewat simbologi & ikonografi dalam tradisi Tarot. Melalui Tarot Galigo ini sejarah bertemu fiksi, fantasi bertemu realitas, Barat bertemu Timur.Louie Buana
Alan
Artfun
4Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00E-6pameranTelusur Waris: Instalasi dan PerformansTelusur Waris: Instalasi dan Performans. Sesi ini menjadi ruang formal untuk mendiskusikan performans dari telusur waris, sebuah karya Lusiana Limono yang mendorong publik untuk meninjau kembali narasi warisan yang melibatkan tubuh dan kedekatan emosional. Diskusi ini akan membuka lapisan-lapisan di balik instalasi medium utama kain yang disajikan secara partisipatoris dan meruang. Diskusi ini diharapkan mampu mengeksplorasi bagaimana manusia melambat, merajut kembali koneksi, dan menata kembali perspektif terhadap warisan budaya. Sesi ini juga menjadi ruang pengalaman kontemplatif dan forum dialog pertukaran gagasan.Lusiana LimonoSekolah Pemikiran Perempuan
5Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00TAMAN DEPAN MpameranPameran Sampul BerceritaBambang nurdiansyah
Sekar bestari
Sukutangan
Hirah Sanada
Rahmat Indrani
BukuAkik
Smiljan
6Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00TAMAN BACA (PERPUSTAKAAN ANAK)pameranPerpustakaan AnakMembaca Nyaring dan Bookish PlayGuru Bumi
Liebe Center
Guru Bumi
Liebe Center
7Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00
8Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00TAMAN DKMpameranSetara Bersuara KOTA KITASetara BerSUARA adalah pameran terbuka bagi publik yang berfokus pada penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya sebagai aktor utama dalam mengarusutamakan isu aksesibilitas dan inklusivitas dalam pembangunan kota. Pameran ini akan menampilkan infografis data Disability-Inclusive City Profile Makassar, foto kegiatan kolaboratif bersama penyandang disabilitas, dan narasi atau aspirasi dari penyandang disabilitas untuk kota MakassarKota KitaKota Kita
9Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00TAMAN BACApameranMedia Art Menggunakan TouchDesignerMTN
10Kamis, 14 Mei 202610.00-17.00SALASAR GEDUNG DpameranSEMESTA BUKUGRAMEDIAGramedia Group
11Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00MUSEUM LA GALIGODiskusi PanelCo-creation and Cross-cultural Exchange
Breeze: Pertukaran Seniman Makassar - Australia
One of the programs at #MIWF2026 is Breeze: The Makassar-Australia Artist Exchange. This panel discussion will bring together artists and cultural practitioners from both regions to explore experiences of cross-border collaboration, arts residency practices, and the dynamics of knowledge and creativity exchange. Through this panel, the Breeze program is expected to strengthen cultural dialogue and open opportunities for sustainable and inclusive collaboration.Naoko Uemoto, seniman residen Breeze
Gina, seniman residen Breeze
Todd Dias, Konjen Australia
Abi - NurabdiansyahMarege Institute
Konjen Australia di Makassar
PICA
12Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00K-1Diskusi PanelMendeskripsikan yang Terlihat: Praktik Audio Description untuk Akses Setara
dalam Festival
Dalam rangka Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 yang mengusung tema **re-co-ordinate**, AksesHUB menginisiasi kelas interaktif "Mendeskripsikan yang Terlihat" untuk memperkenalkan peran penting *describer* atau pendeskripsi visual bagi teman Netra. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan ulang aksesibilitas di ruang publik yang selama ini sering mengabaikan informasi visual, sekaligus melatih keterampilan teknis dalam menyampaikan konteks situasi secara etis dan netral. Melalui praktik *audio description* ini, MIWF 2026 menegaskan bahwa menciptakan ruang inklusif bukan sekadar masalah kebijakan, melainkan bentuk koordinasi kolektif untuk memastikan pengalaman festival yang setara bagi semua individu.Tiara Ramadhani SinjarFadhilah Nuryanda YasinAkses Hub
13Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00K-3Diskusi PanelSurealisme dan Magis dalam SastraDiskusi ini ingin membicarakan bagaimana tema-tema surrealisme dan magic realism lokal dalam sastra. Menghadirkan 3 penulis dari 3 wilayah berbeda yang mengeksplorasi karyanya dengan tema-tema tersebut.Philippe Claudel
Diyah Prilly Upartini - Emerging Writers
Tara Febriani Khaerunnisa - Emerging Writers
interpreter: AF
Kedutaan Besar Prancis
MTN Sastra
IFI
14Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00I-1Diskusi PanelArtist Talk Sampul BerceritaDiskusi Panel: Artist Talk Pameran Cover Buku, sesi yang menghadirkan para seniman dan desainer grafis untuk membahas proses kreatif, konsep visual, dan narasi di balik desain sampul buku. Sesi ini akan berfokus dalam membedah elemen visual sebagai bagian dari penataan ulang cara kita membaca, memahami, dan menginterpretasikan karya sastra, sekaligus membuka khazanah tentang hubungan antara seni visual dan literatur kontemporer. Dalam konteks Home and Belonging, sesi ini berupaya memperlihatkan bagaimana visualisasi karya dapat menghubungkan pembaca dengan rasa memiliki dan komunitas yang lebih luas. Bambang Nurdiansyah, Sekar Bestari, Hirah Sanada, Rahmat IndraniNisa - Indonesia SketcherMakassar Indonesia's Sketcher
Buku Akik
Smiljan
15Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00I-2[Program Jejaring Komunitas] Perspektif Kritis dalam Proses Sketsa Reportasepraktik urban sket, pendokumentasian kota, narasi kritis, secara pengalaman individu maupun sebagai praktik komunitas. Narsum sosiologi yang bahas komunitas urban sket dalam konteks sosial, respon dan interaksi komunitas terhadap lingkungan sosialnya, termasuk peran komunitas secara umum
16Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00GEDUNG BworkshopWorkshop: Storytelling with Tarot La GaligoLouie Buana akan membuat lokakarya tentang teknik storytelling menggunakan kartu tarot Dalam sesi ini, Louie akan mengajak peserta membedah simbol atau unsur visual yang terdapat dalam cerita epos La Galigo, dan menggunakannya untuk bercerita dalam format kartu tarot. Di akhir lokakarya, peserta akan membuat masing-masing satu kartu tarot, dengan simbol yang diambil dari La Galigo untuk menceritakan kisah personal masing-masing peserta. (BUKAN LOKAKARYA MEMBACA TAROT)Louie Buana
17Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00TAMAN DKMworkshopMini Garden Workshop : MicrogreensMeningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan kebutuhan pangan bergizi menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan pertanian skala kecil yang berkelanjutan. Microgreens, yaitu tanaman sayuran dan herbal yang dipanen pada tahap awal pertumbuhan (7–14 hari setelah berkecambah), dikenal memiliki kandungan nutrisi yang tinggi seperti vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, mikrogreens dapat dibudidayakan dengan teknik sederhana, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki waktu panen yang singkat.Reski atau Rere, Makassar Youth Learning Center (MYLC)Andi Husnul Khatimah SulolipuMaros Youth Learning Centre (MYLC)
18Kamis, 14 Mei 202610.00-12.00GEDUNG Opemutaran filmPemutaran dan Diskusi Video Performance Art "That Changes/ Poros" dan Climbing the Wounds of Rain"Poros — yang berarti sumbu, atau as (dalam Bahasa Indonesia)/jalur (dalam bahasa Yunani) — adalah sebuah karya lanskap suara yang memukau, diciptakan oleh That Changes.

Lagu ini terinspirasi dari berbagai sumber: pertukaran pemikiran filosofis dengan seniman Tony Yap mengenai trance dan transformasi, penemuan-penemuan suara yang tak terduga selama proses pembuatannya, musik tradisional Sulawesi dan Lebanon, serta eksplorasi kreatif dalam penggunaan algoritma evolusioner pada struktur musik.

Dengan memadukan sampel suara elementer bersama dengungan berkelanjutan dari mangkuk penyembuhan dan gong, komposisi ini selaras dengan alter ego sang seniman sebagai praktisi pengobatan Tiongkok. Pemilihan nada yang disengaja merangsang pusat solar plexus (diri manusia) dan puncak kepala (koneksi kosmik kita), sementara esensi chthonic dari tarian trance (dunia fana) melengkapi lingkaran simbolis yang utuh—keberadaan kita di antara Bumi dan Surga.

Lapisan tematik sentral juga muncul seputar gagasan pengorbanan suci — “kematian” simbolis tubuh fisik, sebagaimana ditemukan dalam banyak tradisi mistis, termasuk tradisi Bissu di Sulawesi — sebagai jalan menuju diri yang lebih tinggi atau lebih luas.


Bio Sutradara : Spiros Antoniades was the percussionist of Xylouris Ensemble, a prominent Melbourne band in the ’90s. He has been involved with a number of bands performing live and creating film soundtracks (the most known being the multi-award-winning film “One Night the Moon”). His later incarnation is with That Changes, where he co-created an audiovisual project called “9”, comprised of original music and video/photograph projections."
Rejeky KeneArdiansyah Anwar
19Kamis, 14 Mei 202613.30-15.30CHAPELlecture5x15 Lanskap Hidup: Home and Belonging5x15 Lanskap Hidup: Home and Belonging, sebuah sesi yang akan mengeksplorasi bagaimana individu dan komunitas menyusun ulang koordinat kehidupan mereka secara geografis, kultural, maupun emosional di tengah perubahan dunia yang begitu dinamis. Melalui forum ini, para pembicara akan mengangkat isu identitas dan pengalaman sosial lainnya. Forum yang akan bertalian dengan “Rumah” sebagai sesuatu yang tidak hanya dipahami sebagai tempat fisik, melainkan ruang yang terus dinegosiasikan dan dibentuk ulang melalui ingatan, relasi, dan pengalaman hidup. Home and Belonging menjadi refleksi atas bagaimana kita menemukan kembali posisi kita di dunia serta membangun sense of belonging di tengah proses re-koordinasi tersebut.
1) Amalia Muis → WeSpeakUp
2) Stanley – Greenpeace
3) Permana W Permadi, Bosscha
4) A.R. Daeng Rate - Passinrilik
5) Ibe S Palogai --> Penulis
Olive Hateem
20Kamis, 14 Mei 202613.30-15.30MUSEUM LA GALIGODiskusi PanelAll Eyes on EarthDiskusi ini ingin membicarakan ekosida yang terjadi di berbagai wilayah; Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan hutan Papua. Ekosida ini terjadi karena ekstraksi material bumi seperti timah, nikel, pangan, dll.

Bagaimana ekosida mempengaruhi hubungan koordinasi antara manusia dengan alam. Juga bagaimana obsesi manusia terhadap earth material itu berdampak terhadap koordinasi dengan alam dan komunitas. Sayangnya, di indonesia ini terjadi dari segala bentuk lanskap; laut, sungai, hingga hutan.
1) Bhima Yudhistira, Penulis Novel Debu Morowali
2) Siria Yamtop, Greenpeace
3) Finlan Aldan, Jurnalis Ekosida industri timah di Bangka Belitung
Selina Aurora Rahayaan (Emerging)
21Kamis, 14 Mei 202613.30-15.30K-3Diskusi PanelAI dan Pekerja Di tengah narasi raksasa teknologi yang tak terbantahkan dan optimisme teknologi yang meluas di Indonesia, liputan Antonia berupaya memberikan refleksi yang lebih mendalam mengenai risiko dan dampak alat-alat otomatisasi terhadap masyarakat, yang sering diabaikan oleh perusahaan dan pembuat kebijakan.

Dengan penerapan alat-alat otomatisasi yang tak terkendali, kekuasaan semakin terkonsentrasi di tangan segelintir pihak, pengawasan semakin ditingkatkan, dan semakin banyak data pribadi yang diekstraksi. “Manfaat” yang dijanjikan—yang digembar-gemborkan sebagai pertukaran yang layak untuk risiko tersebut—didefinisikan oleh mereka yang akan memperoleh keuntungan finansial dari adopsi alat-alat ini, dan sangat jarang dipertanyakan dari berbagai perspektif.

Di Indonesia, perkembangan teknologi yang merugikan biasanya bermula dari ketidakmampuan dan korupsi pemerintah, perusahaan teknologi yang memanfaatkan sistem yang korup, perusahaan non-teknologi yang mengejar keuntungan semata, serta ketidaktahuan masyarakat umum.

Proyek liputan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana para aktor ini berinteraksi dan saling bersinggungan di bidang-bidang utama: layanan publik, budaya, media, tenaga kerja, dan regulasi, sekaligus menyoroti bagaimana penekanan yang berlebihan pada solusi teknis seringkali menimbulkan lebih banyak masalah daripada yang dapat diselesaikannya.
1) Antonia Timmerman (jurnalis, Pulitzer Center grantee)
2) Nenden - SAFEnet
Ainun Jariah YusufPulitzer Centre - Notes: PC hanya support Antonia Timmerman
22Kamis, 14 Mei 202613.30-15.30I-3Diskusi PanelMeet The PublisherDi antara selesainya sebuah naskah dan tangan pembaca, ada proses panjang di meja redaksi yang sering kali tidak terlihat. Sesi ini mempertemukan para penggerak di balik industri penerbitan untuk membicarakan realitas di balik proses kurasi, penyuntingan, hingga keputusan untuk membawa sebuah suara ke ruang publik. Fokus utama diskusi ini adalah membangun pemahaman bersama tentang apa yang dicari oleh penerbit saat ini dan bagaimana sebuah gagasan lokal dapat dikemas tanpa kehilangan jati dirinya. Kita akan membicarakan tantangan industri dalam menjaga keseimbangan antara kualitas literasi dan keberlanjutan pasar. Diskusi ini adalah upaya untuk melihat penerbit sebagai mitra kreatif yang juga turut bertanggung jawab dalam merawat ekosistem sastra dan memastikan sebuah cerita menemukan pembaca yang tepat.Éditions Gallimard (Karina Hocine),
Marjin Kiri (Andin),
SOKONG (Nia),
Windy Ariestanty (BaNANA)
Batara Al Isra
23Kamis, 14 Mei 202613.30-15.30GEDUNG Opemutaran filmPemutaran Film & Diskusi: Pulang"Pulang" adalah film pendek hasil kolaborasi Sejauh Mata Memandang dan Lynx Films yang disutradarai Kathleen Malay. Film berdurasi 27 menit ini dibintangi Widuri Puteri dan dinarasikan oleh Reda Gaudiamo, berfokus pada tema kepedulian lingkungan, kerusakan alam akibat eksploitasi, dan pentingnya merawat bumi. Film ini ditaruh di hari pertama untuk merespon subtema "home and belonging" dengan harapan agar bisa memantik diskusi soal ekosistem, dan bagaimana film puitik bisa jadi medium bagi sebuah brand untuk bicara lebih luas soal alam.Rob O’hare - Produser
Kathleen Malay - Sutradara
Al-Ridwan (SEAscreen)Lynx film
24Kamis, 14 Mei 202614.30-16.00PANGGUNG TAMAN BACAFGD(Program Komunitas) Urun Rembuk : Makassar dan Pertanyaan-pertanyaan Lainnya
25Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45CHAPELIn Conversation with Emerging Writers 2026Para Emerging Writers dan Kurator MIWF 2026 mendiskusikan proses kuratorial, dan proses berkarya para emerging. Program ini akan menyingkap isu-isu yang menjadi fokus para penulis terpilih serta menjadi lensa atas pembacaan sastra Indonesa kontemporer.1. Achmad Rohani Renhoran
2. Diyah Prilly Upartini
3. Petrus Nandi
4. Runi Virnita Mamonto
5. Selina Aurora Rahayaan
6. Silviana Yanti Mesak
7. Tara Febriani Khaerunnisa
Juli Sastrawan
Aziziah Diah Aprilya
Titah AW

Mentor:
Faisal Oddang
Cecilia Oday
Siska Yuanita
26Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45MUSEUM LA GALIGOpeluncuran bukuWriting from Archipelago - Membicarakan Sastra Indonesia dengan DuniaAda hal-hal yang selalu gagal ditangkap oleh kamus, namun berhasil dirasakan oleh tubuh. Seperti cengkok dangdut yang mampu mengubah patah hati paling personal menjadi sebuah pesta perayaan kolektif di pinggir jalan, sastra Indonesia pun membawa frekuensi serupa. Kita sering terjebak pada ambisi agar dunia 'mengerti' bahasa kita, padahal yang lebih penting adalah bagaimana dunia juga bisa 'merasakan' terhubung dengan manusia kita. Diskusi ini ingin membicarakan sastra melampaui sekadar alih bahasa. Kita bicara tentang asap kretek, pasar tumpah, hingga keresahan warga di pesisir yang terhimpit pembangunan, bisa dikonversi menjadi narasi yang universal. Bukan untuk menjadi eksotis, tapi untuk menunjukkan bahwa ada kerentanan manusia yang sama dengan mereka yang tinggal di belahan bumi mana pun. Bagaimana kita membawa rasa lokal yang sangat spesifik ini ke dalam percakapan dunia tanpa harus kehilangan jati diri atau menjadi sekadar komoditas pameran. Insan Abdirrohman, S.H., M.Si - Direktur Pengembangan Budaya Digital
Mutia Sukma
Dhianita
Armin Bell
Lucia Aryani
Ahliana Afifati
Ashari RamadhanaWriting From Archipelago
27Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45K-1Diskusi Panel[Program Jejaring Komunitas] CAPILA (Cerita, Inspirasi, dan Latihan): Menghidupkan Teks Melalui SuaraPengunjung akan diajak untuk mengenal dasar-dasar voice over dalam konteks storytelling, mulai dari artikulasi, intonasi, hingga penyampaian emosi dalam membaca teks seperti cerpen, puisi, atau narasiVoice People Makassar
28Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45I-3Diskusi PanelBisakah Kiamat Ditunda?Para conservationist yang bekerja di tiga lanskap; langit, laut, dan hutan memaknai titik kritis bumi (Indonesia) hari ini. Apa saja kerja terkini yang sedang mereka upayakan? Bagaimana mereka melakukannya? Apa yang bisa dilakukan warga biasa dalam kehidupan sehari-hari untuk memulihkan sekitarnya?Premana Permadi (Kosmolog)
Nirwan Dessibali, Yayasan Konservasi Laut (YKL)
Anjar (Suku Kajang)
Rahmat Mato
29Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45GEDUNG E BELAKANGpeluncuran bukuIn Conversation with Cecilia OdayCecilia OdayAhmad Renhoran (Emerging Writers)
30Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45TAMAN WISMAworkshopWorkshop JustZine : Mengimajinasikan Keadilan Untuk PapuaWorkshop membuat zine dari greenpeace. Zine adalah media publikasi mandiri yang sederhana dan fleksibel untuk menyampaikan ide atau isu secara bebas. Dalam lokakarya zine, peserta difasilitasi dalam ruang kolaboratif untuk mempelajari proses kreatif sekaligus memproduksi zine secara langsung. Sesi ini diharapkan menjadi wadah inspirasi untuk mengubah kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan serta mendorong keinginan untuk kembali berhubungan dengan alam sebagai rumah yang menyediakan segala kebutuhan hidup. Sekar Banjaran AjiGreen Peace
31Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45Panggung Taman BacapertunjukkanTeater Anak KetjilAdaptasi buku anak karya Kak Harnita ke media pertunjukan. Disutradarai dan dikaryakan oleh Teater Anak Ketjil.Guru Bumi, KBJ
32Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45GEDUNG J LT. 2peluncuran bukuKorupsi Iklim: Pembajakan Negara dan Krisis Ekologis di IndonesiaBuku ini membedah krisis ekologis Indonesia melampaui sekadar masalah tata kelola (governance) atau kapasitas kelembagaan. Melalui konsep "Korupsi Iklim", para penulis mengungkap bagaimana kebijakan lingkungan dan iklim di Indonesia telah dibajak oleh aliansi aktor negara dan bisnis demi akumulasi modal. Buku ini menyajikan anatomi korupsi yang terstruktur—mulai dari modus pembajakan negara (state capture) dalam pengelolaan sumber daya alam hingga pengabaian sistematis terhadap kelompok rentan. Merupakan kompilasi pemikiran lintas disiplin (hukum, antropologi, dan ilmu sosial) dari Climate Corruption Conference 2025, karya ini menawarkan perspektif kritis serta gagasan perlawanan untuk memutus rantai perusakan lingkungan yang berlindung di balik legalitas formal.Yassar Aulia, Anggota Divisi Advokasi ICW
•⁠ ⁠Prihandini Nur Rahmah, Editor Marjin Kiri (Penerbit Prosiding Konferensi)
•⁠ ⁠Bilal Dewansyah, Pusat Studi Kebijakan Negara Unpad (Editor dan Kolaborator Konferensi Korupsi Iklim)
•⁠ ⁠Perdana Roswaldy, Monash University (Perwakilan Penulis)

Penanggap:
•⁠ ⁠⁠ Fatwa Faturachmat - Forest Society UNHAS
⁠⁠Nabila Dwiputri, Book Influencer (Moderator) ICW
33Kamis, 14 Mei 202616.00-17.45GEDUNG Opemutaran filmPemutaran Film & Diskusi: Penjaga Ruang, Penutur Hutan: Kisah Pejuang Muda dari CerekangFilm dokumenter "Penjaga Ruang, Penutur Hutan: Kisah Pejuang Muda dari Cerekang" mengangkat narasi kedaulatan Masyarakat Adat To Cerekang di Luwu Timur dalam merawat hutan adat sebagai ruang hidup yang relasional dan spiritual. Melalui kerja kolaboratif antara komunitas Pejuang Muda Wija To Cerekang, akademisi Sosiologi UNM, jurnalis, dan Perkumpulan Wallacea, film ini memposisikan masyarakat adat bukan sebagai objek, melainkan penutur utama atas praktik keberlanjutan mereka di tengah tantangan ekologi kontemporer. Didukung oleh "Pulitzer Center", karya ini mengajak penonton berefleksi tentang pentingnya keadilan ekologis dan integrasi pengetahuan lokal ke dalam ruang publik serta akademik sebagai sumber pembelajaran kritis yang hidup.Pak Idham Irwansyah, Universitas Negeri MakassarDella Arlinda (Antropos)Pulitzer Center
34Kamis, 14 Mei 202616.30-17.45TAMAN RASApertunjukkanA Cup Of PoetryIbe S. Palogai
35Kamis, 14 Mei 202619.20-21.30PANGGUNG MALAMpertunjukkanPembacaan Karya Emerging Writers 2026Sesi pembacaan karya ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat karya - karya dari Emerging Writer 2026. 1. Achmad Rohani Renhoran
2. Diyah Prilly Upartini
3. Petrus Nandi
4. Runi Virnita Mamonto
5. Selina Aurora Rahayaan
6. Silviana Yanti Mesak
7. Tara Febriani Khaerunnisa
36Kamis, 14 Mei 202619.20-21.30pertunjukkanSURUNG LALAN IGAL PERFORMANCE LAB“Surung Lalan” adalah manifestasi dari mantra pembuka jalan dalam ritual penyembuhan Balian. Karya ini mengungkap hubungan ikat kait antara Patatidan Balian, di mana setiap hentakan Gandrang adalah detak jantung ritual, dan setiap bunyi Galang Hiyang adalah dorongan fisik dan spiritual untuk membuka jalan kesembuhan. Ini adalah kisah tentang kekuatan oposisi binner, tentang harmoni antara yang transenden dan yang membumi. Menjelajahi siklus dualitas yang tak terputus: sakit dan sembuh, pasang dan surut, kesuburan dan ketandusan. “Surung Lalan” adalah sebuah dialog tentang upaya kolektif untuk membaca tanda-tanda zaman dari bumi dan menemukan kembali keseimbangan yang hilang.MTN SENI PERTUNJUKAN
Friday, 15 May 2026NOURISHMENT AND CARE
1Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00CHAPELpeluncuran bukuBOOK DISCUSSION: Langit MengambilBagaimana kita berdamai dengan duka saat impian terbesar "diambil oleh langit"? Sesi ini membedah novel terbaru Ika Natassa (2026), Langit Mengambil, yang memotret perjalanan emosional Tara, seorang jurnalis yang harus menata ulang hidupnya setelah kehilangan buah hati. Sebuah diskusi mendalam mengenai trauma, resiliensi perempuan urban, dan proses menemukan kembali harapan di tengah kerapuhan.Ika NatassaAmy RahmiyantiGramedia
2Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00MUSEUM LA GALIGOdiskusi bukuDebu Morowali Sering kali, data statistik gagal menangkap retakan hidup manusia yang terdampak langsung oleh perubahan lingkungan. Melalui Debu Morowali, kita akan melihat bagaimana fiksi berperran sebagai ruang untuk merekam kegelisahan yang luput dari laporan penelitian. Diskusi ini akan membedah bagaimana penulis mengolah data lapangan dan pengalaman empiris menjadi sebuah narasi yang menyentuh sisi kemanusiaan. Kita akan membicarakan tanggung jawab fiksi dalm menyuarakan isu-isu mendesak, seperti misalnya sejauh mana sebuah cerita mampu memotret ketegangan antara tuntutan ekonomi dan rapuhnya keseimbangan alam, serta bagaimana sastra tetap bisa berdiri tegak sebagai karya seni sembari membawa pesan advokasi yang kuat.Bhima Yudhistira
Mulyani HasanCELIOS
Forest Society
3Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00K-1diskusi bukuBOOK DISCUSSION: Filologi BugisNaskah-naskah lokal di Sulawesi Selatan, meliputi kronik-kronik kerajaan dan lontara’ yang tersimpan di rumah tangga, merupakan elemen paling menonjol yang selama ini menjadi referensi kajian sejarah di kawasan ini. Keberlimpahan literatur rujukan seperti ini, menurut Pelras (1979), dalam konteks Bugis, ditunjang oleh ekspresi tertulis dan ekspresi lisan yang terkait erat dan saling melengkapi. Perpindahan dalam kedua bentuk itu sering terjadi dan sesuatu yang biasa saja.

Tapi Leonard Andaya (1980/2004) mengingatkan bahwa untuk menggunakan sumber-sumber ini sebaiknya memperhatikan beberapa hal, terutama kadang-kadang ditulis dengan aksara yang tidak bisa dibaca, berisi informasi yang sulit diurai rujukannya serta kata-kata kuno yang hanya diketahui oleh segelintir orang yang sudah berusia lanjut.

Sebab itulah kerja-kerja filologis sangat dibutuhkan di tahap ini. Metode-metode ini begitu berjasa menggali informasi dan makna di dalam naskah-naskah tua yang nyaris terabai dan kadang dipandang sebagai barang keramat belaka. Bila bukan jasa disiplin ini, keberlimpahan naskah-naskah tersebut tetap hanya tumpukan yang ‘tak bergerak’ di dalam peti atau benda penunggu lemari yang tertutup.

Untuk itulah buku ini hadir dengan mengumpul dan menerjemahkan delapan esai Campbell Macknight dan Ian Caldwell yang meneropong tentang filologi naskah-naskah Bugis. Seluruh naskah ini pernah terbit bersebaran di jurnal internasional dan dibawakan di forum-forum internasional.
Nurhady Sirimorok
Anwar Jimpe Rachman
Penanggap: Prof. Dr. Nurhayati Rahman, MS
Nurismi (Bollo.id)
4Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00K-3diskusi bukuBOOK DISCUSSION: Festival sebagai EkosistemBuku ini menyajikan pergelaran budaya berbasis komunitas sebagai cara alternatif penguatan budaya dan masyarakat lewat seni partisipatif-kolektif di akar rumput. Pergelaran budaya dibentangkan sebagai ekosistem budaya yang datang dari inisiatif warga. Penulis berangkat dengan kesadaran bahwa berkarya dan berkomunitas adalah sepasang cara untuk berdaya. Ide-ide dalam buku ini akan membantu para pelaku budaya yang tertarik pada isu pemberdayaan komunitas tempatan secara efektif dan inklusif, memanfaatkan sumber daya ‘modalitas’ berbasis warga tempatan untuk membangun keberdayaan.Abdul Masli
Mohammed Sabeq (Makassar Creative Hub)
Arin, Tim7Antropos Indonesia
Makassar Creative Hub
Tim7
5Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00I-2workshopWORKSHOP Menulis KreatifLokakarya ini bertujuan untuk mensosialisasikan program Sastra Masuk Kurikulum dan membagikan praktik pemanfaatan karya sastra pada proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pemahaman guru dan peserta pada program Sastra Masuk Kurikulum dan praktik pemanfaatan karya sastra pada proses pembelajaran. Harapannya, guru dapat memanfaatkan karya sastra ketika kembali ke sekolah dan peserta didik semakin termotivasi untuk melakukan apresiasi sastra.Okky MadasariHarnita RahmanPUSBUK KEMENDIKDASMEN
6Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00GEDUNG BDiskusi PanelMerawat Buku, Merawat PembacaFokus pembicaraan ini adalah pada posisi tawar sastra Asia di kancah internasional saat ini. Kita akan membicarakan bagaimana penulis menyeimbangkan antara identitas lokal mereka dengan tema-tema universal seperti kegelisahan urban, krisis lingkungan, hingga perubahan teknologi.Araki Shun dan Andry Setiawan
Kurnia Yaumil Fajar - Sokong!
Ayu Azharia (Dosen Sastra Unhas)Japan Foundation
7Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00TAMAN DKMDiskusi PanelSustainability Corner Green Talks "THE FESTIVAL WE WANT!"Melalui sesi diskusi ini, narasumber dari berbagai festival tersebut akan menceritakan bagaimana mereka mengatur dan melaksanakan festival masing-masing dengan nilai nirsampah yang dipegangnya. Selain itu, akan dipaparkan pula tantangan apa yang dihadapi dalam pelaksanaannya.
Pamula Mita Andary (Nirsampah dan Rendah Karbon MIWF)
Tunggal Utama Ramadhan (FTMI)
Wa Ode Nur Ilmi Fauwziah (Yayasan Bumi Toala Indonesia)
Nur AsyifahFTMI
Yayasan Bumi Toala Indonesia
8Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00MCH AMPHITEATER diskusi bukuDiskusi Buku "Filsafat Kecemasan: Cara Bertumbuh dari Akar dan Upaya Bersemi di Zaman yang Gelisah"Cemas bukan berarti lemah. Cemas adalah tanda bahwa diri sedang berproses menjadi manusia yang utuh.

Kita hidup pada zaman di mana kebahagiaan seolah bisa dibeli lewat layar ponsel. Namun, mengapa rasa cemas justru kian mencekik? Mengapa di tengah kebebasan memilih, kita merasa kian tak berdaya?

Buku ini tidak menawarkan janji manis tentang hidup bebas masalah, tetapi mengajakmu menyelami “akar” dari kegelisahan. Dengan memadukan pemikiran filosofis dunia dan kearifan Nusantara yang membumi, buku ini membantu memahami bahwa kecemasan adalah energi besar yang sedang menunggu untuk diarahkan. Ibarat “bahan bakar”, rasa cemas hadir untuk melahirkan karya emas!
Rian Fahardhi & Dr. Muhammad FaisalTasya (The Book Club)Bentang Pustaka
9Jumat, 15 Mei 202609.00-11.00GEDUNG Opemutaran filmPemutaran dan Diskusi Film Pendek Animasi: Calabai dan Ignited1) Sinopsis Ignited:
Terinspirasi oleh peristiwa nyata, Ignited adalah film yang mengupas kehidupan
domestik keluarga yang tinggal di tengah kebakaran hutan dan lahan, dari sudut
pandang seorang ibu dan istri. Dari curahan hati hingga sindiran satir, kita melihat dari
mata para istri dan ibu, yang tidak dikenal di tengah percakapannya dalam ruang
domestiknya.

2) Sinopsis Calabai:
Saidi adalah seorang Bissu yang baru saja dilantik sebagai Puang Matoa (pemimpin bissu). Di tengah perayaan dan dukungan yang ia terima, ada hal yang terasa kurang.

Ia terus teringat pada ayahnya, sosok yang kehadirannya masih menyisakan jarak dan pertanyaan dalam dirinya.
Gina Korompot (Sutradara & Animator Calabai)
Nilayanti Syamsu - SEAScreen
10Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30CHAPELLecture5x15 Lanskap Hidup: Who Feeds The World?5x15 Lanskap Hidup: Who Feeds The World?

Public lecture di hari kedua ingin berfokus, sekaligus membedah sub tema pangan dan perawatan. "Feeds" di judul ini bukan hanya diartikan sekedar "memberi makan:, tapi juga kegiatan perawatan lain. Di tengah dunia yang kian hancur, dan hari-hari yang disibukkan oleh usaha bertahan hidup maupun perjuangan yang tak habis-habis, isu perawatan kadang jadi hal yang terlewat sebab ia terdiri dari kerja-kerja tak tak terlihat, tidak bisa dikuantifikasi. Public lecture ini ingin menghadirkan pembicara-pembicara untuk membicarakan isu ini dari perspektif dan pengalaman di inisiatif atau kolektif masing-masing. Bagaimana kita semua seharusnya merawat kehidupan? Saling merawat di tengah dunia yang mekanik dan menuhankan efisiensi dan kompetisi?

"Istilah nutrisi sering kali hanya dikaitkan dengan apa yang kita makan, padahal keberlangsungan hidup kita juga bergantung pada ekosistem di sekitarnya. Public lecture ini memperluas makna perawatan (care) sebagai tindakan politis dan kemanusiaan. kita akan mendengarkan empat perspektif berbeda tentang bagaimana menjalankan 'keperawatan ini'

Fokusnya adalah keterhubungan antara kedaulatan atas apa yang masuk ke tubuh kita dan kedaulatan atas apa yang masuk ke pikiran kita.
Ahmad Arif → CLUA
Stevan Yunio → We Speak Up
Evi Mariani → Project Multatuli
Harnita Rahman → Kedai Buku Jenny, Merawat lewat perpustakaan dan teater anak-anak
Dhianita Kusuma Pertiwi --> penulis
Viny Mamonto
11Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30MUSEUM LA GALIGOdiskusi bukuBOOK DISCUSSION: Knowledge and IngenuitySeri “The First Knowledges” menawarkan pengenalan terhadap pengetahuan masyarakat adat di berbagai bidang penting serta penerapannya pada masa kini dan masa depan. Dengan mengeksplorasi praktik-praktik seperti songlines, arsitektur, desain, pengelolaan lahan, botani, astronomi, dan hukum, seri ini menyatukan dua cara yang sangat berbeda dalam memahami alam: yang satu kuno, yang lain modern. Prof. Lynette Russel
Prof. McNiven
Rahmat Mato
12Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30K-1diskusi bukuDiskusi Buku Foto-Puisi "Trilogi 39 is 0"39 is 0 bukan sekadar buku foto—ini adalah perjalanan pulang ke dalam diri. Temui dirimu yang paling jujur—di balik semua lapisan. Perpaduan fotografi yang penuh makna dan puisi yang lahir dari kejujuran terdalam mengajak semua yang menikmati untuk menyelam lebih jauh
kedalam diri lebih sekadar apa yang tampak dari luar. Setiap halaman adalah cermin, memantulkan sisi terang dan bayangan yang selama ini mungkin dihindari. Tidak berhenti sampai disitu, ada bagian kartu oracle yang mengajak pembaca untuk menikmati visual yang bercerita sebelum membuka halaman selanjutnya. Karena perjalanan menemukan diri yang autentik tidak pernah mengenal kata terlambat. Puisi dan visual mengurai lapisan luka dan pengalaman, menjadi bagian yang lembut dalam penyembuhan diri. Membebaskan diri
untuk dapat memilih halaman dan membuat ceritanya sendiri. Buku foto puisi ini bercerita tentang seorang wanita yang berusaha membebaskan dirinya dari labirin hidupnya, namun kalimatnya tidak ditujukan hanya untuk para wanita, namun semua jiwa yang takut berjalan dari 0 di usia yang tidak muda lagi.
Hardini Dyah, penulisKurnia Yaumil FajarSOKONG
13Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30K-3diskusi bukuMenuliskan yang Lisan, Sehimpun Esai Lokalitas di Pangkep"Mengajak diri dan masyarakat sekitar lebih memperhatikan budaya, haruslah dimulai dari penerapan berbahasa daerah sebagai unsur lokalitas dan identitas. Karena itu menarik menyimak kenyataan pada masa kekinian bahwa telah banyak penutur bahasa daerah yang kehilangan kata, dan tentu ini menjadi tangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan lingkungan keluarga. Selain bahasa, mari meneladani pappaseng, kearifan lokal yang telah lama tereduksi dalam pergaulan kaum muda. Pesan jangan melupakan bahasa daerah dan pappaseng adalah bagian narasi yang ingin diingatkan juga dalam buku ini.

Buku ini merupakan hasil dari 𝘉𝘪𝘮𝘣𝘪𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘛𝘦𝘬𝘯𝘪𝘴 𝘒𝘦𝘱𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘉𝘦𝘳𝘣𝘢𝘴𝘪𝘴 𝘒𝘰𝘯𝘵𝘦𝘯 𝘉𝘶𝘥𝘢𝘺𝘢 𝘓𝘰𝘬𝘢𝘭 yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Tahun 2025.
Terdapat 31 judul naskah yang dirangkum ke dalam tajuk 𝘔𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘓𝘪𝘴𝘢𝘯, 𝘚𝘦𝘩𝘪𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘌𝘴𝘢𝘪 𝘓𝘰𝘬𝘢𝘭𝘪𝘵𝘢𝘴 𝘥𝘪 𝘗𝘢𝘯𝘨𝘬𝘦𝘱, 𝘚𝘶𝘭𝘢𝘸𝘦𝘴𝘪 𝘚𝘦𝘭𝘢𝘵𝘢𝘯."
F Daus AR (Penyunting)
Vera Febrianti (Perwakilan Penulis)
Andi Irma Saraswati (Antropos)i) Rumah Saraung & Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan Pangkep
ii) Antropos Indonesia
14Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30I-1peluncuran bukuSatu Dekade Buku AkikBukuakik adalah salah satu pionir toko buku daring dan toko buku independen yang mengedepankan "browsing experience" yang kini menjadi tren di beberapa kota. Keberadaan toko buku fisik di tengah gempuran segala yang daring ini ternyata juga menawarkan apa yang hari ini disebut dengan "third place", book store as sanctuary, di mana orang-orang dengan minat sama bisa berkumpul dan berbagi, lewat ruang dan aktivasinya.Tomi Wibisono, Titah AW, Ipin DialektikaOlive HateemBuku Akik
15Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30I-2peluncuran bukuPeluncuran dan Diskusi Buku Ma'galigo ri Leiden: Dari Epos Besar hingga Keseharian di Negeri Kincir Ma’galigo ri Leiden menyuguhkan 16 cerita personal Louie Buana dalam perjalanannya menemukan kembali La Galigo, epos besar dari Bugis—beserta pertemuan-pertemuan yang membawanya pada kawan dan kisah-kisah baru. Tiap bab dijahit kuat, mengingatkan pada alur bertaut seperti Kisah 1001 Malam. Cerita dibuka dari keterhubungan La Galigo dengan silsilah keluarga Louie dan Makassar, lalu bergerak ke pertemuan pertamanya dengan epos tersebut, kunjungan ke makam tokoh penting, hingga perjumpaan dan perpisahan dengan seseorang yang diam-diam selalu ingin pulang ke Indonesia. Buku ini juga memuat dokumentasi perjalanan Louie, arsip-arsip visual, serta ilustrasi yang berkaitan dengan proyek yang sedang ia kerjakan.Louie Buana
Windy Ariestanty
Maya RusmayaniaKTLC
Banana
16Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30GEDUNG E BELAKANGdiskusi bukuBOOK DISCUSSION: Finding Kapiten Booediman dan Melawat ke AsiaBuku ini merupakan catatan lawatan selama lebih dari tiga dekade (1988–awal 2025) ke berbagai kawasan di Asia Tenggara, Asia Selatan, kaki Pegunungan Himalaya, dan Tiongkok Selatan, yang ditulis dalam bentuk refleksi personal layaknya catatan harian perjalanan. Berangkat dari latar sebagai seorang yang tumbuh di Jawa Tengah dan kemudian berkesempatan merantau serta berkelana ke berbagai negara, penulis menghadirkan pengamatan, pengalaman, dan perjumpaan dengan beragam manusia dalam perspektif yang subjektif, sederhana, dan mengalir. Buku ini bukan merupakan catatan intelektual-reflektif yang merekam dinamika tempat, peristiwa, dan gagasan yang ditemui sepanjang perjalanan panjang tersebut, sekaligus menelusuri sumber-sumber inspirasi pemikiran yang membentuknya serta upaya untuk berbagi cerita sebagai bagian dari tradisi literasi dan pemaknaan hubungan antarperadaban di kawasan Asia.Priyambudi
Prof. Lynette
Andi Inayah Soraya (Dosen Sastra Inggris Unhas)Monash University
17Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30GEDUNG BworkshopWORKSHOP Meramu Pengetahuan BersamaKegiatan ini mengajak orang muda peserta Makassar International Writers Festival untuk melakukan anotasi sebagai praktik pembentukan pengetahuan alternatif. Anotasi dipahami bukan sekadar catatan pinggir teks, melainkan cara memahami yang sadar posisi, relasional, dan terbuka terhadap perbedaan. Melalui dua pertemuan, peserta diajak untuk berpikir kritis, ‘menyela’ teks bersama-sama, lalu memperluas pembacaan sekaligus pemahaman ke pengalaman dan objek personal sebagai sumber pengetahuan yang sah. Praktik ini kami adaptasi dari gagasan anotasi sosial kritis atau critical social annotation (Brown & Croft, 2020). Konsep critical social annotation awalnya dieksplorasi sebagai pendekatan pedagogi alternatif yang kemudian kami adaptasi untuk pembentukan pengetahuan alternatif.

Kegiatan dimulai dengan membaca dan menganotasi satu artikel pendek yang sama. Peserta kemudian melihat, membandingkan, dan mendiskusikan catatan-catatan pinggir satu sama lain dan perspektif yang mungkin berbeda. Di sini, kami berharap peserta memahami bahwa bersikap dan berpikir kritis diperlukan bukan untuk membatasi atau menghakimi pengetahuan, tapi justru memperluasnya.

Dari sana, kegiatan berlanjut dengan peserta masing-masing membawa objek atau
pengalaman personal ke dalam ruang anotasi bersama, di mana peserta belajar menulis dari diri sendiri sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk masuk, menanggapi, dan merespons secara reflektif. Melalui proses ini, pengetahuan tidak diposisikan sebagai sesuatu yang sudah jadi, melainkan sebagai sesuatu yang diramu secara kolektif. Ini dilakukan melalui membaca, menyela, dan saling menanggapi dengan berpusat pada semangat berbagi yang berlandasan rasa percaya dan keinginan untuk terus merawat komunitas dan pengetahuan.
Marissa Saraswati (Anotasi)
Dian Soraya (Anotasi)
Annisa R. Beta (Anotasi)
Anotasi.org
18Jumat, 15 Mei 202614.00-17.00Ballrom Java, Hotel The Prima L.3 workshopMTN Asah Bakat x MIWF
Workshop Penulisan Skenario Film Anak
Workshop Penulisan Skenario ini dirancang khusus bagi para penulis dan penggiat kreatif yang ingin mendalami seni bercerita untuk audiens muda. Fokus utama dari program ini adalah membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai struktur penulisan skenario standar industri mulai dari pengembangan premis hingga penyusunan plot point yang efektif sehingga mampu menciptakan narasi yang solid dan menarik.

Lebih dari sekadar teknik, workshop ini menekankan pada pentingnya penautan identitas dalam karya. Peserta akan diajak untuk menggali nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta karakter personal untuk diintegrasikan ke dalam cerita. Hal ini bertujuan agar skenario yang dihasilkan tidak hanya menghibur bagi anak-anak, tetapi juga memiliki kedalaman makna, identitas dan jati diri yang kuat. Melalui pendekatan praktis, program ini menjadi ruang kolaboratif untuk melahirkan kisah-kisah baru yang relevan dengan dunia anak sekaligus membawa napas identitas yang autentik.

Menghadirkan penulis dan sutradara film kenamaan Indonesia, Riri Riza, workshop ini merupakan kolaborasi bersama MTN Film Kementerian Kebudayaan RI yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada kaum muda dan mengasah bakat menulis skenario film anak.
Riri RizaMTN FILM
19Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30MCH AMPHITEATERworkshopLokakarya Ikon Inspirasi - MTN Seni Rupa (SENI MEDIA)
Video Mapping Pemula Menggunakan touch Designer
Workshop ini memperkenalkan dasar-dasar video mapping untuk pemula menggunakan TouchDesigner. Dipandu oleh Ricky Janitras, peserta akan belajar bagaimana membuat visual sederhana dan memproyeksikannya ke permukaan objek atau ruang. Sesi ini membuka pengenalan praktis tentang bagaimana gambar digital dapat berinteraksi dengan ruang dan menciptakan pengalaman visual baru.
Ricky JanitraMTN Seni Rupa (SENI MEDIA)
Iforte
20Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30GEDUNG J LT. 2peluncuran bukuPeluncuran Buku "Aliansi Anjing-Buruh Merdeka" Berawal dari keterombang-ambingan Rosa di tengah lautan yang membawanya menjadi penumpang di sebuah yacht, ia menyadari realitas tajam tentang dua rupa manusia: penindas dan tertindas. Kesadaran ini memicu Rosa untuk menguniversalkan Alamisme sebagai gagasan radikal melawan tirani, eksploitasi, dan "kapitalisme overdosis".

Narasi ini memuncak pada lahirnya Aliansi Anjing-Buruh Merdeka, sebuah gerakan kolektif yang bertekad mengganyang neobarbarisme demi tegaknya babak baru kehidupan yang adil. Sebuah kisah tentang perjuangan ideologis, perlawanan terhadap kesewenang-wenangan, dan upaya merebut kembali kedaulatan dari cengkeraman sistem yang menindas.
Mawan Belgia Fadilla Umma Syam Gramedia
Katakerja
21Jumat, 15 Mei 202614.00-15.30GEDUNG Opemutaran filmDari Layar ke Makna: Pemutaran & Diskusi The Octopus HunterErwin (47), seorang nelayan gurita, menjual hasil tangkapannya kepada pengepul di Makassar. Uang tersebut kemudian ia serahkan kepada istrinya untuk dikelola guna membeli bahan pangan, membiayai pengobatan, serta melunasi biaya sekolah anak-anak mereka. Dokumenter ini mengikuti perjalanan keluarga Erwin yang menjadikan laut sebagai urat nadi kehidupan mereka. Namun, tantangan berupa menurunnya hasil tangkapan akibat eksploitasi berlebih dan dampak pemanasan global memaksa Erwin dan istrinya memutar otak agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah dan meraih masa depan yang cerah. Di saat yang sama, Pulau Langkai tempat mereka bernaung pun terus mengalami perubahan lingkungan yang nyata.Arfan Sabran
Darfin
Alma Rahmadaning Ayu
Shany KasysafHoI
SINERIA
22Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45Ruangan Pameran Telusur Waris (E6)Diskusi PanelArtist Talk Telusur WarisDiskusi Telusur Waris: Instalasi dan Performans. Sesi ini menjadi ruang formal untuk mendiskusikan performans dari telusur waris, sebuah karya Lusiana Limono yang mendorong publik untuk meninjau kembali narasi warisan yang melibatkan tubuh dan kedekatan emosional. Diskusi ini akan membuka lapisan-lapisan di balik instalasi medium utama kain yang disajikan secara partisipatoris dan meruang. Diskusi ini diharapkan mampu mengeksplorasi bagaimana manusia melambat, merajut kembali koneksi, dan menata kembali perspektif terhadap warisan budaya. Sesi ini juga menjadi ruang pengalaman kontemplatif dan forum dialog pertukaran gagasan.Lusiana Limono, Christine ToelleRezky Chiki Sekolah Pemikiran Perempuan
23Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45CHAPELDiskusi PanelHidup dalam Marabahaya
======
ID#AAAB3yfijQg
Tia Ragat (2026-04-17 01:37:47)
body to body(?)
------
ID#AAAB5_nJnvQ
Tia Ragat (2026-04-17 01:39:29)
Body to Body: Living with Readiness and Hope
Panel ini ingin membahas tentang bagaimana hidup di tengah atau pasca konflik? Para panelis yang dihadirkan merupakan penulis, pembuat film, dan aktivis yang pernah dan sedang bekerja dengan konflik-konflik. Philippe sendiri dihadirkan dalam panel ini karena dia pernah menulis novel tentang perang. Farid Gaban
Philippe (Sponsored by Kedubes Prancis)
Rossy You (Diusulkan Greenpeace)

Balqis Zakkiyah, SAFEnetPatjarMerah
Kedubes Prancis
IFI
Greenpeace
SAFEnet
24Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45MUSEUM LA GALIGODiskusi PanelIn Conversation with Reda GaudiamoIn Conversation with Reda Gaudiamo merupakan ruang dialog mendalam yang membedah sosok Reda Gaudiamo baik sebagai penulis maupun individu, dengan menelusuri perjalanan panjang kekaryaannya serta proses kreatif di balik lahirnya setiap karya. Program ini akan mengeksplorasi gaya penulisan Reda yang khas serta pengaruh literasi dari tokoh-tokoh yang membentuk cakrawala berpikirnya, guna mengungkap bagaimana nilai-nilai personal dan pengalaman hidupnya bertransformasi menjadi narasi yang kuat. Secara utuh, percakapan ini bertujuan mendekatkan publik pada sisi intelektual dan personal Reda, memberikan gambaran komprehensif mengenai konsistensinya dalam bersastra dan berkarya di Indonesia.Reda GaudiamoErika Rachma Aprilia
25Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45I-3Diskusi PanelMCH Talenta Kota: Keberlanjutan Industri Kreatif Makassar untuk DuniaMakassar punya banyak talenta kreatif yang terus tumbuh, tapi untuk bisa menembus panggung festival ragam skala (nasional dan internasional), masih perlu dukungan yang lebih terarah; mulai dari kesiapan karya sampai akses ke jejaring yang tepat. Program Talenta Kota hadir untuk menjembatani itu, yakni membantu pelaku kreatif menyiapkan karya sesuai standar festival tujuan, membuka akses dan koneksi dengan kurator dan produser, serta mendorong kolaborasi lintas kota. Harapannya, program ini bisa memperkuat posisi talenta Makassar agar lebih terlihat dan punya ruang yang lebih luas di tingkat nasional, bahkan ke depan secara global.Munafri Arifuddin (Wali Kota Makassar)
Mohammed Sabeq (Makassar Creative Hub)
Agus Citra Sasmita (Pembuat film, Talenta Kota)
Ekhy Ken (Fotografer, Talenta Kota)
Rachmat MustaminPemkot Makassar
Dispar - Explore Makassar
MCH
26Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45K-2Diskusi Panel[Program Jejaring Komunitas]STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Per-Zine-an): Sidang Terbuka Merawat Ingatan KolektifSebuah diskusi panel interaktif yang membedah zine bukan hanya sebagai karya seni, melainkan sebagai arsip hidup.Ade Pramoedya Ananta
Nur Intan Maharani Ilyas
Arinda Widyani Putri
ZineMo!, Tim7
27Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45GEDUNG E BELAKANGDiskusi PanelEkonomi RestoratifBhima Yudisthira
Purwanto Setiadi
Mulyani Hasan
Rizkayanti, FSRGCommsLAB
LaporIklim
FSRG
28Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45GEDUNG BworkshopMelingkar Bersama Geng!: Potluck & Diskusi Buku Buah Leluhur dari Pohon Kehidupan: Memanggil Pulang Sukun ke NusantaraDalam program ini, seluruh peserta membawa makanan yang tidak boleh berbahan dasar beras dan tepung. Peserta ingin diajak untuk mengeksplorasi keberagaman pangan di wilayah sekitarnya.

Alurnya ialah: silent reading jurnal/buku tentang pangan, lalu Mas Ai presentasi singkat, setelah itu makan bersama (potluck)
Ahmad Arif
Kartika Gene (Memodapur)LaporIklim
MemoDapur
29Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45TAMAN DKMworkshopSustainability Corner WORKSHOP "Lilin Estetik dari Jelantah"Dengan semakin meningkatnya pengunjung MIWF tiap tahunnya, jumlah minyak jelantah yang dihasilkan juga meningkat. Sementara itu, saat ini pilihan pengelolaan minyak jelantah masih sangat minim, salah satu yang populer adalah dengan mendonasikannya ke Bank Sampah terdekat. Namun, sedikit yang mengetahui bahwa minyak jelantah ini bisa dikelola menjadi lilin aroma terapi dengan cara sederhana dan bisa dilakukan sendiri di rumah. Workshop ini akan menjadi jembatan bagi siapapun yang ingin belajar membuat mengelola minyak jelantah menjadi lilin. Vivie AlhabsyieMuh.Nurhadi
30Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45PANGGUNG TAMAN BACApeluncuran bukuPeluncuran Buku: Memasak untuk BumiSuzy Hutomo
Yayang Malil (Berdaur)
Olin MonteiroSustainable Suzy
Artwomen
31Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45GEDUNG J LT. 2Diskusi PanelForum PenerjemahanSebuah panel diskusi yang akan menyajikan percakapan kritis tentang praktik penerjemahan bahasa, budaya, dan makna, baik dari Indonesia ke bahasa internasional, maupun sebaliknya, salah satu cara untuk menata ulang perspektif dan hubungan lintas budaya. Diskusi ini akan mengeksplorasi terkait strategi, dinamika, dan tantangan penerjemahan, sekaligus membuka ruang dialog tentang bagaimana bahasa dan narasi dapat menghubungkan, mereposisi, dan memperluas pemahaman budaya dalam konteks seni, literatur, dan media kontemporer.
Pradewi TC - tim penerjemahan Writing From Archipelago
Araki Shun (Asian Literature Library)
Andry Setiawan
Meta Sekar Puji AstutiWriting From Archipelago, Japan Foundation
33Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45GEDUNG Opemutaran filmPemutaran & Diskusi Film: Gestures of Care"El Niño telah menjadi momok musiman dalam konteks krisis iklim yang kian meluas. Ketimbang melihat dampak El Niño terhadap kebakaran hutan dan ladang secara umum di Kalimantan Tengah, film ini menangkap kerja-kerja dari subjek-subjek yang spesifik dalam situasi krisis. Yaitu kerja-kerja yang seringkali luput dalam narasi-narasi besar kebijakan tentang mitigasi bencana di Indonesia."Aryo Danusiri (Sutradara)Della Arlinda (Sineria)
34Jumat, 15 Mei 202616.00-17.45TAMAN RASApertunjukkanA Cup Of PoetryIbe S. Palogai
35Jumat, 15 Mei 202619.15-21.30PANGGUNG MALAMpertunjukkanProjection After Sunset: Angkor Photo Workshop & Festival (in Collaboration with Jasmin Ansar)Projection yang isinya karya-karya video multimedia dari para fotografer dan seniman dari Asia Tenggara yang berpartisipasi dalam Angkor Photo Workshop & Festival. Projection ini akan berkolaborasi bersama Jasmin Ansar, seniman Mapping asal Makassar.Seniman/Fotografer Angkor Photo Workshop & Festival;
1. Rejeky Kene (Indonesia)
2. Ali Monis Naqvi (India)
3. Aeson Baldevia (Philippines)
4. Christian Babista (Philippines)
5. Ennuh Tiu (Philippines)
6. Idealita Ismanto (Indonesia)
7. Kong Siden (Cambodia)
8. Mao Sovanchandy (Cambodia)
9. Nisa R.A (Indonesia)
10. Petch Jindapol (Thailand)
11. Rejin Purja (Nepal)
12. Suphaphorn Tumprakon (Thailand)
13. Sushila Bishwakarma (Nepal)
14. Ryan Andrew (Indonesia)
15. Cy Liu (China)
16. Macy Castañeda Lee (Philippines)
17. Nataly Lee (Cambodia)
Jasmin Ansar, Seniman VisualAngkor Photo Workshop & Festival (in Collaboration with Jasmin Ansar)
36Jumat, 15 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanPembacaan KaryaIka Natassa
37Jumat, 15 Mei 202619.15-21.30Talkshow Ikon Inspirasi MTN Avianti Armand
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ria LestariMTN Sastra
Artani
38Jumat, 15 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanDongeng EnsiklopediaA.R. Daeng Rate
Malam Dongeng
Guru Bumi
Guru Bumi
39Jumat, 15 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanPertunjukan Dengung NyamukPertunjukan alihwahana dari hasil tulisan jurnalistik & proyek in-depth reporting jurnalis Eko Rusdianto bersama para peneliti nyamuk tentang perambahan hutan oleh industri ekstraktif ikut memicu perubahan ekosistem yang berdampak pada evolusi nyamuk sebagai vektor penyakit. Pertunjukan ini hendak menelusuri kaitan antara perubahan lanskap hutan, mutasi genetik nyamuk, hingga ancaman kesehatan publik di komunitas lokal.Studio Patodongi CollectivePulitzer Center
Studio Patodongi
Saturday, 16 May 2026LEARNING AND LIBERATION
1Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00CHAPELpertunjukkanKEPUNG ICW
Gaya Hidup atau Sistem Politik: Apa Sebenarnya Penyebab Krisis Iklim?
KEPUNG: ICW vs 8 SJW Lingkungan adalah forum debat interaktif di mana satu perwakilan ICW dikelilingi delapan anak muda dengan beragam perspektif untuk membahas krisis iklim sebagai isu politik, menantang gagasan solusi individual, dan mendorong pemahaman tentang pentingnya perubahan sistemik.Egi Primayogha - Kepala Divisi Advokasi ICW

vs 8 SJW
Pandawara Group
•⁠ ⁠⁠Jerremy Owen
•⁠ ⁠⁠Artani
•⁠ ⁠⁠viny
•⁠ ⁠⁠pembicara lainnya TBC
ICW
2Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00MUSEUM LA GALIGODiskusi PanelMengelola Pengetahuan - Dari Data ke KaryaSebagai pekerja kreatif, kita selalu bertemu dengan berbagai macam pengetahuan dan medium karya. Kita seringkali bukan hanya belajar melalui buku-buku, tapi juga dari kehidupan itu sendiri. Ide muncul dari film yang kita nonton, dari percakapan tongkrongan, dari meja makan, dari renungan saat mandi, dsb. Bagaimana para penulis, peneliti, dan seniman mengelola pengetahuan yang ia hidupi, yang ia jumpai, yang ia cari hingga menjadikannya sebuah bentuk karya tertentu? Bagaimana penelitian menjadi sebuah pendekatan untuk mengerjakan karya? Bagaimana keputusan medium terjadi? Bagaimana pekerja kreatif membuat ekosistem pengetahuannya sendiri?

Dalam panel ini kita akan mendengar Bhima Yudhistira, penulis novel Debu Morowali yang membuat karyanya lewat riset-riset tentang tambang nikel, juga Ahmad Arif membuat platform untuk pangan lokal--Nusantara Food Biodiversity dari hasil riset dan tulisannya.


Ahmad Arif
Bhima Yudhistira, Penulis Novel Debu Morowali
Diyah Prilly, Emerging WritersLaporIklim
MTN Sastra
Celios
3Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00I-3workshopWORKSHOP Pemanfaatan Karya Sastra pada Proses PembelajaranFokus utama workshop ini adalah pada metode praktis untuk membawa cerita, puisi, atau esai ke dalam diskusi kelas yang relevan dengan keseharian. Kita akan mengeksplorasi cara-cara kreatif agar siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga 'mengalami' cerita tersebut. Ini adalah upaya untuk menjadikan sastra sebagai bagian yang bernapas dalam proses belajar, bukan sekadar pelengkap kurikulum yang menjemukan, melainkan jembatan untuk membantu siswa menemukan suaranya sendiri dan memahami perspektif orang lain.1) Triyanto Triwikromo; dan
2).Dra.Hj.Zaenab. M.Si (SMKN 4 Gowa)
Erika Rachma ApriiliaKemendikdasmen - Pusbuk
BASaibu Wiki-Sulsel
4Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00GEDUNG E BELAKANGpeluncuran bukuPeluncuran Buku
Empat Catatan atau Tubuh yang Bengkok: Antologi Esai Menulis Kritik MIWF 2025
Empat Catatan atas Tubuh yang Bengkok adalah antologi karya penulis peserta workshop Kritik Sastra di Makassar International Writers Festival 2025. Antologi ini berisi empat catatan kritis atas novela Si Bengkok karya Ichikawa Saou yang meraih penghargaan Akutagawa 2023 dan masuk daftar panjang International Booker Prize 2025.

Masing-masing penulis menawarkan cara pembacaan yang menarik atas Novela karya penulis difabel ini, keempatnya mengajak kita bersama-sama menjawab pertanyaan: Mengapa buku ini penting? Bagaimana jika karya ini dilekatkan dengan hal-hal di luar teks seperti penghargaan di Jepang, aksesibilitas, statusnya sebagai penulis difabel pertama yang meraih penghargaan sastra bergengsi, hingga kebijakan nyata lain yang turut mempengaruhi terbitnya buku ini? Bagaimana ableism dan pandangan non-disabilitas turut digugat dalam novel ini? Bagaimana eksistensi para tokohnya membangun dunia dan plot dalam cerita ini? hingga bagaimana Ichikawa Saou menciptakan makna lain dari "Bengkok" yang bukan sekadar rusak?
Fitrilya Anjarsari
Delukman A
Ashari RamadhanaAnagram
Japan Foundation
5Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00TAMAN DKMDiskusi PanelSustainability Corner GREEN TALKS
“Kemana Sampah MIWF Berakhir?
Sharing session ini hadir untuk menjawab dan menjelaskan bagaimana semua jenis sampah dikelola dan seperti apa akhirnya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada pengunjung bahwa pengelolaan festival yang bertanggung jawab terhadap lingkungan bukanlah suatu kemustahilan. Para Green Collaborator akan membagi cerita masing-masing mengenai tantangan yang terjadi di lapangan selama mengelola sampah MIWF.Winarni Syahruddin (Koordinator Nirsampah dan Rendah Karbon), Yayang Malil (Berdaur) Rahmat Hidayat atau Jek (Cycle Value)Putri Kumala Sari (Relawan Nirsampah dan Rendah Karbon)
6Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00MCH CLASSROOMworkshopSejarah Dapur Keluarga: Workshop Mengolah dan Menyusun Cerita PanganLokakarya ini adalah satu uji coba untuk menghidupkan ingatan dan memperluas imajinasi kami terhadap apa itu sejarah dengan mulai mendekatinya dengan objek-objek material yang tersedia di dapur. Apakah sejarah hanya berupa arsip tertulis yang ditulis oleh peneliti asing atau sisa-sisa dari catatan Belanda? Kami ingin mengeksplorasi dan mengecek kembali mengenai; Apa yang selama ini kita pahami sebagai arsip? Apa yang selama ini kita konsepsikan sebagai dapur? dan Apa yang kita pahami tentang konsep keluarga?
Pada pelaksanaannya (12) partisipan terpilih akan datang dengan membawa found object1 yang tersimpan di dapur masing-masing. Objek ini bisa berupa dan tidak terbatas pada; buku resep, taplak meja, foto, pisau, piring makan, bumbu dapur, makanan, atau barangkali hanya cerita yang terekam oleh tubuh partisipan. Kompilasi objek-objek in yang akan jadi titik eksplorasi untuk sama-sama mempelajari sejarah pangan di Sulawesi Selatan yang berangkat dari detail-detail yang hidup sehari-hari di dapur. Membangun objek-objek tersebut menjadi narasi sejarah baru. Proses eksplorasi akan difasilitasi oleh tim Memodapur, dan SOKONG! untuk memahami konteks pangan di Sulawesi Selatan dan metode arsip alternatif yang dihasilkan saat lokakarya. Lokakarya ini juga akan direkam secara kronologis dan reflektif dan diunggah ke website SOKONG! dan Bakudapan.
Wilda Yanti Salam
Kurnia Yaumil Fajar
Prasetya Yudha
Diselenggarakan atas kerjasama;
Memo Dapur
SOKONG!

Didukung oleh;
Utrecht University
Bakudapan

7Sabtu, 16 Mei 202610.00-12.00GEDUNG Opemutaran film
8Sabtu, 16 Mei 202612.00-14.00cinepolispemutaran filmPemutaran Film Na WillaMTN FIlm
9Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30CHAPELlecture5x15 Lanskap Hidup: Learning and LiberationPublic lecture hari ketiga, mengangkat tema Learning and Liberation adalah sesi untuk merayakan ragam bentuk budaya pengetahuan. Semesta begitu luas, dan segalanya menyimpan pengetahuan yang dipahami lewat berbagai cara. Sains saja tak akan cukup, begitu juga dengan pengetahuan lokal. Sesi ini ingin mempertemukan berbagai bentuk inisiatif pengetahuan dan pendidikan, sebagai pengingat penyeragaman, bahkan sejak dalam kepalapun, adalah tindakan atau trajektori berbahaya bagi peradaban.
Geger Riyanto —> UI
Anjar Masiga → We Speak Up
Anissa Beta Anotasi → Anotasi & Jaringan Etnografi Terbuka
Lynette Russell → Peneliti
Nurhady Sirimorok – Peneliti

Viny MamontoWe Speak Up
10Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30MUSEUM LA GALIGOpeluncuran bukuPeluncuran Buku Skenario Para PerasukDi balik ritual sambetan dan tubuh-tubuh yang kerasukan, Para Perasuk menyimpan sesuatu yang jauh lebih dekat dari yang kita kira: manusia-manusia dengan luka, ketakutan, dan kehidupan yang perlahan retak di dalam keseharian mereka.

Buku ini menghadirkan dunia Para Perasuk melalui naskah, arsip visual, kumpulan percakapan, refleksi, dan pembacaan terhadap tiap lapisan ceritanya, sambil menyusuri proses kreatif, emosi, dan kehidupan-kehidupan kecil yang membentuk film ini dari balik layar.
Wregas Bhanuteja, Sutradara
Olive Hateem, Editor
Tri Ratna, still photographer
Tara Febriani (Emerging Writers)Rekata Studio (Indonesia)
Momo Film Co (Singapura)
MTN Sastra
11Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30K-3Diskusi PanelGlobal Cognitive JusticePeradaban senantiasa dibangun dari perkembangan ilmu pengetahuan, yang merupakan serapan dari pengalaman pertemuan dengan alam raya. Namun apakah apa-apa yang hari ini kita anggap ilmu pengetahuan sudah mencangkup segalanya?

Global Cognitive Justice adalah dialog untuk merayakan ragam bentuk pengetahuan, membedah konstruksi kita terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri dari berbagai kutub-kutubnya. Dari mana ia hadir, sistem macam apa yang memvalidasinya, hingga kaitan antara sains dan pengetahuan adat. Seperti apa dua atau lebih kutub budaya pengetahuan (culture of knowledge) ini bisa saling terhubung dan berdampak?
Premana Premadi
Ardiansyah Anwar
Louie Buana
Titah AWKTLV
12Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30I-3workshop
======
ID#AAAB3yfijQQ
Erika Rachma Aprilia (2026-04-17 16:26:57)
10.00-15.00
WORKSHOP Pemanfaatan Karya Sastra pada Proses PembelajaranFokus utama workshop ini adalah pada metode praktis untuk membawa cerita, puisi, atau esai ke dalam diskusi kelas yang relevan dengan keseharian. Kita akan mengeksplorasi cara-cara kreatif agar siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga 'mengalami' cerita tersebut. Ini adalah upaya untuk menjadikan sastra sebagai bagian yang bernapas dalam proses belajar, bukan sekadar pelengkap kurikulum yang menjemukan, melainkan jembatan untuk membantu siswa menemukan suaranya sendiri dan memahami perspektif orang lain.1) Triyanto Triwikromo; dan
2).Dra.Hj.Zaenab. M.Si (SMKN 4 Gowa)
Erika RachmaKemendikdasmen - Pusbuk
======
ID#AAAB5_nJnu8
Rumata Artspace (2026-05-01 16:19:57)
Ini double, sudah ada di atas sebelumnya. Tolong dicek lagi ya @erikarachmaaprilia@gmail.com
_Assigned to erikarachmaaprilia@gmail.com_
13Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30GEDUNG BworkshopKlinik Proposal Jurnalisme: Idemu sudah matang?Pitching ide liputan jadi salah satu skill yang harus dikuasai, apalagi ketika kamu berprofesi menjadi jurnalis lepas. Sesi klinik proposal jurnalisme ini akan membedah strategi pitching, termasuk memahami bagaimana mengolah ide liputan menjadi proposal yang menarik dan relevan bagi media atau institusi pendukung.i) Ronna Nirmala
ii) Furqon Ulya Himawan
iii) Eko Rusdianto
Detty SalulingPulitzer Center
Project Multatuli
14Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30MCH CLASSROOMworkshop
======
ID#AAAB5DvnjSY
aqram syauqi (2026-04-26 00:46:47)
10.00 - 15.00
Sejarah Dapur Keluarga Lokakarya ini adalah satu uji coba untuk menghidupkan ingatan dan memperluas imajinasi kami terhadap apa itu sejarah dengan mulai mendekatinya dengan objek-objek material yang tersedia di dapur. Apakah sejarah hanya berupa arsip tertulis yang ditulis oleh peneliti asing atau sisa-sisa dari catatan Belanda? Kami ingin mengeksplorasi dan mengecek kembali mengenai; Apa yang selama ini kita pahami sebagai arsip? Apa yang selama ini kita konsepsikan sebagai dapur? dan Apa yang kita pahami tentang konsep keluarga?
Pada pelaksanaannya (12) partisipan terpilih akan datang dengan membawa found object1 yang tersimpan di dapur masing-masing. Objek ini bisa berupa dan tidak terbatas pada; buku resep, taplak meja, foto, pisau, piring makan, bumbu dapur, makanan, atau barangkali hanya cerita yang terekam oleh tubuh partisipan. Kompilasi objek-objek in yang akan jadi titik eksplorasi untuk sama-sama mempelajari sejarah pangan di Sulawesi Selatan yang berangkat dari detail-detail yang hidup sehari-hari di dapur. Membangun objek-objek tersebut menjadi narasi sejarah baru. Proses eksplorasi akan difasilitasi oleh tim Memodapur, dan SOKONG! untuk memahami konteks pangan di Sulawesi Selatan dan metode arsip alternatif yang dihasilkan saat lokakarya. Lokakarya ini juga akan direkam secara kronologis dan reflektif dan diunggah ke website SOKONG! dan Bakudapan.
Wilda Yanti Salam
Kurnia Yaumil Fajar
Prasetya Yudha
Memodapur
Sokong
15Sabtu, 16 Mei 202613.30-15.30GEDUNG Opemutaran filmBetween Holding and Letting Go: Artistic Exchange and CollaborationPemutaran ini menghadirkan dua karya video yang menyoroti gestur, kerja, dan aksi tubuh sebagai cara untuk menghadapi ketidakpastian. Dikembangkan melalui keterlibatan mendalam terhadap tempat dan kolaborasi di Makassar, karya-karya ini mengeksplorasi bagaimana makna muncul melalui pengulangan, durasi, dan keterpaparan. Video-video tersebut membentuk rangkaian aksi sunyi yang berada di antara keseharian dan seremonial, mengajak penonton untuk memfokuskan kembali perhatian mereka pada kelambatan, pengetahuan tubuh, dan kehadiran relasional.

English
Description: This screening presents two video works that highlight gesture, labor, and bodily action as ways of navigating uncertainty. Developed through in-depth engagement with place and collaboration in Makassar, these works explore how meaning emerges through repetition, duration, and exposure. The videos form a series of silent actions that exist between the everyday and the ceremonial, inviting viewers to refocus their attention on slowness, bodily knowledge, and relational presence.
Sherry Quiambao
Ira Fai
Annisa Effendi
Indra BasokFSD UNM
Studio Patodongi
16Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45CHAPELDiskusi PanelDon't Judge A Book by it's Movie: Na WillaDiskusi ini ingin melihat adaptasi sebagai sebuah karya mandiri yang lahir dari dialog antara penulis dan sutradara. Kita akan membicarakan bagaimana emosi yang tadinya dibentuk melalui untaian kalimat diubah menjadi bahasa visual, suara, dan akting. Fokusnya untuk memahami bahwa film dan buku adalah dua cara berbeda dalam mencintai satu cerita yang sama. Ini adalah tentang menghargai ruang kreatif di mana teks dan layar saling memberi nyawa satu sama lain.Reda Gaudiamo, penulis
Novia, Produser Film Na Willa
Azhari Roif (Bank Indonesia)Bank Indonesia
17Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45I-3Diskusi PanelAsia Research Centre: Roundtable Pengetahuan Alternatif
======
ID#AAAB3yfijQI
Erika Rachma Aprilia (2026-04-19 07:57:34)
lock, tdk bisa dipindah jadwal
Merintis jalan berarti melangkah di tempat yang belum ada jejaknya. Itu yang dilakukan banyak dari kita yang bekerja di luar — atau di sela-sela — institusi formal: membuka ruang yang belum diakui, membangun pengetahuan dari praktik yang dianggap aneh dan janggal, dan menjaga percakapan yang tidak masuk dalam hitungan ekonomi.Andina Dwifatma (UNIKA Atma Jaya)Marissa Saraswati (Anotasi)Dian Soraya (Anotasi)Farid Rakun (Gudskul)Haiziah Gazali (Gema Alam NTB)Geger Riyanto (Asia Research Centre, Universitas Indonesia)Inaya Rakhmani (Asia Research Centre, Universitas Indonesia)Asri Saraswati (Universitas Indonesia), Juli Sastrawan (Penerbit Partikular)Annisa BetaAnotasi
Asia Research Centre
18Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45K-1Peluncuran BukuBOOK LAUNCH: NAAR DE REPUBLIEK INDONESIA - Edisi Kritis 100 Tahun Zen RS
M. Nawir
Olin MonteiroPenerbit Loci
Artwomen
19Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45K-3Diskusi PanelBersuara dengan Ceria
======
ID#AAAB3yfijRI
Tia Ragat (2026-04-17 13:48:54)
The Logic Behind Joyful Voices
Fokus pembicaraan ini adalah mencari keseimbangan antara keberanian untuk jujur dan kebutuhan untuk tetap aman. Kita akan membicarakan bagaimana candaan, meme, atau tulisan yang terlihat 'ringan' sebenarnya menyimpan daya kritis yang tajam. Ini adalah ajakan untuk melihat bahwa bersikap kritis tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang kaku atau melelahkan. Sebaliknya, kegembiraan dan kebersamaan sering kali menjadi bentuk ketahanan yang paling tangguh saat menghadapi narasi yang seragam.1) Luna Vidya
2) Eko Rusdianto, Jurnalis atau kolaborator proyek Dengung - sebagai model kolaborasi jurnalisme dengan kelompok anak muda
3) Fadillah Umma Syam, sutradara pertunjukan Dengung Nyamuk
Aziziah Diah AprilyaPulitzer Center
Studio Patodongi
Mobilitas Ramah Iklim
20Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45MUSEUM LA GALIGOPeluncuran BukuPeluncuran Buku AnakJelajah Hijau di Pantai LosariMelinda Aksa
Ria Lestari
Harnita Rahman Penerbit Airlangga
Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar
Disdik Kota Makassar
21Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45GEDUNG E BELAKANGFGDDari Hulu ke Hilir: Cerita Perempuan Adat Penjaga Menara Air
Krisis iklim sering dibicarakan melalui angka, grafik, dan kebijakan. Namun di banyak wilayah adat di Indonesia, krisis ini hadir dalam bentuk yang sangat personal: tubuh perempuan. Sayangnya, pengalaman ini jarang terdokumentasikan sebagai pengetahuan, apalagi menjadi dasar kebijakan. Perempuan adat menjadi pihak yang pertama merasakan perubahan:
1.Jarak air yang semakin jauh
2.Sumber pangan yang hilang
3.Beban kerja domestik yang meningkat
4.Risiko kekerasan yang bertambah dalam situasi krisis
1. Yael Stefany (Patnership for Governance Reform)
2.⁠ ⁠⁠Yusriadi Arif SS (Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga)
3.⁠ ⁠⁠Amalia Fauziah (Cita Tanah Mahardhika)
4.⁠ ⁠⁠Dewi Utari (SCF)
5.⁠ ⁠⁠Putri Oda (Perempuan Adat Maros)
6.⁠ ⁠⁠Ramla (Perempuan Adat Kaluppini)
Ahsan Setiawan (SCF)KEMITRAAN
22Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45Pop-up Library Photo (E3)workshopLiterasi Visual - Bagaimana Membaca dan Menikmati Buku Foto?Ng Swan Ti, Pannafoto InstitutePannaFoto Institute
23Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45TAMAN BACA WorkshopLokakarya Setara BersuaraDalam lokakarya ini, para peserta akan diajak menelusuri serta berbagi cerita terkait pengalaman mereka berkaktivitas sehari-hari di ruang kota makassar, melalui metode partisipatif seperti journey mapping dan role play. Disini kita akan menggali bagaimana warga saling berinteraksi dengan ruang kotanya, misalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mencari tempat favorit, ruang berkumpul dan sebagainya, Lokakarya ini akan menggunakan alat-alat kreatif seperti peta timbul, lego dan
beberapa miniatur. Cerita perjalanan peserta akan dirangkai menjadi sebuat peta kolektif pengalaman ruang di Makassar dan kemudian menjadi bagian dari instalasi di Kiosk Setara Bersuara.
Peserta Suara InklusiBima Pratama (Kota Kita)
Melania Alvianti (Kota Kita)
Putra Darma (Mentari Foundation)
Kota Kita
24Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45TAMAN DKMworkshopSustainability Corner - “Upcycle Coffee: Dari Ampas Jadi Lilin & Tatakan”Workshop ini mengajak peserta untuk mengurangi limbah ampas kopi dengan mengolahnya menjadi lilin dan tatakan gelas melalui cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah masing-masing.Zulfadli Ibrahim - REBRUFatimah Albatuul MajidRebru
25Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45Gedung B workshop(Meng)aman & matang(kan) liputanmuJurnalis adalah perwakilan pembaca untuk menyaksikan, mencari tahu, mengalami suatu fenomena di lapangan. Sebagai pihak yang berada di garda depan untuk melaporkan situasi yang kian hari kian tidak aman, jurnalis musti punya strategi dan kesiapan. Sesi lokakarya ini akan diampu oleh jurnalis-jurnalis berpengalaman yang akan berbagi cerita dan strategi untuk membangun strategi keamanan dan rencana liputan yang aman, terlebih ketika hari ini kerja jurnalisme di Indonesia berhadapan langsung dengan negara dan kekuasaan yang terang-terangan memusuhi kerja jurnalisme dan aktivisme.Mustafa
Ahmad Arif
Finlan Andan
Detty Saluling (Pulitzer Center)Pulitzer Center
26Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45GEDUNG J LT. 2Diskusi PanelVoice of Mama-Mama: Sastra, Foto, Ko-Kreasi Sebagai Bahasa BersamaPerkumpulan Alinea, Photovoices International melahirkan buku Voice of Mama-Mama. Voice of Mama-Mama menjadi ruang bagi perempuan adat di Lembah Grime Nawa, Papua, untuk mengekspresikan laku hidup sehari-hari mereka menghadapi kerusakan tanah leluhur. Lembah Grime Nawa merupakan ruang hidup masyarakat adat yang selama berabad-abad dirawat melalui relasi erat antara manusia, tanah, dan hutan. Bagi penghuni lembah, hutan mencakup sumber pangan, pengetahuan, identitas, serta ingatan kolektif. Di sana, hutan dimaknai sebagai mama: tempat kehidupan bermula sekaligus berpulang.Stebby Julionatan-Alinea
John Wouw
Vebrry Hembring
Ruth Naomi Hembring
Maria Adityasari
Photovoice Indonesia
Perkumpulan Alinea
27Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45GEDUNG OPemutaran FilmPemutaran & Diskusi Film - More Than WorkFilm dokumenter "More Than Work" karya sutradara Luviana mengungkap realitas kelam perempuan di balik industri media Indonesia yang kerap menjadikan tubuh perempuan sebagai komoditas dan objek sensasionalisme demi mengejar rating. Melalui kisah perjuangan penyintas kekerasan seksual, diskriminasi standar kecantikan fisik, hingga marginalisasi kelompok minoritas, film ini memotret bagaimana kebijakan industri dan konstruksi budaya masih membelenggu hak-hak pekerja media perempuan. Dokumenter ini hadir sebagai kampanye kritis sekaligus pengingat bahwa di balik pesatnya arus informasi, terdapat tubuh perempuan yang bekerja keras namun sering kali tidak dihargai dan rentan terhadap ketidakadilan.Luviana Ariyanti, (Editor-in-Chief Konde.co)
Nabila Wahyu Apriyanti, (Executive Manager Konde.co)
Penanggap: Olin Monteiro (TBC)
Nuna NuraisyahKonde
Artwomern (TBC)
28Sabtu, 16 Mei 202616.00-17.45TAMAN RASApertunjukkanA Cup Of PoetryIbe S. Palogai
29Sabtu, 16 Mei 202619.15-21.30PANGGUNG MALAMpertunjukkanMakassar Lintas IndraBASAIbu Wiki - SulselDana Indonesiana Raya
BASAibu Wiki Sulsel
30Sabtu, 16 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanProjection After SunsetProjection yang isinya karya-karya video multimedia dari para fotografer dan seniman dari Asia Tenggara yang berpartisipasi dalam Angkor Photo Workshop & Festival. Projection ini akan berkolaborasi bersama Jasmin Ansar, seniman Mapping asal Makassar.1. Jasmin Ansar, Seniman
2. Peserta Angkor Photo Workshop & Festival;
Angkor Photo Fest
31Sabtu, 16 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanPembacaan KaryaPembacaan Karya - Philippe ClaudelPhilippe ClaudelKedutaan Besar Prancis
IFI
32Sabtu, 16 Mei 202619.15-21.30PertunjukkanPembacaan KaryaPembacaan Karya - Reda GaudiamoReda Gaudiamo
Sunday, 17 May 2026JUSTICE AND COLLECTIVE POWER
1Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00CHAPELDiskusi BukuBOOK DISCUSSION: RESET INDONESIAFarid Gaban
Dandhy Laksono
Viny MamontoPatjarMerah
2Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00K-1Diskusi Panel Dari Sunyi ke Suara: Diskusi Pengawasan UU PPRTKegiatan ini akan berfokus pada pemberian akses kelas menulis (termasuk di dalamnya penulisan surat sebagai bentuk advokasi) kepada kawan-kawan pekerja rumah tangga di area Makassar. Kelas ini akan membuka ruang belajar, tidak hanya bagi audiens utama MIWF yang sudah ada, namun juga kepada kawan-kawan pekerja rumah tangga yang juga berhak untuk mendapatkan akses peningkatan kapasitas dalam hal penulisan dan memanfaatkan surat sebagai medium advokasi baru untuk isu pengesahan RUU PPRT. Kelas ini akan memperluas ruang dan mengedepankan keyakinan bahwa literasi dibutuhkan semua orang dan hak untuk mendapatkan akses peningkatan kapasitas dalam konteks literasi juga merupakan hak semua orang, termasuk pekerja rumah tangga.Luviana Ariyanti, (Editor-in-Chief Konde.co)

Arnida Rahman (SPRT Paraikatte Makassar - JALA PRT)
Nabila Wahyu Apriyanti, (Executive Manager Konde.co)
3Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00Chapel BawahworkshopLokakarya Ikon Inspirasi - MTN Seni Rupa (SENI MEDIA)
Kata Jadi Gambar
Dalam workshop ini, Grafis Huru Hara (GHH) mengajak peserta mengeksplorasi bagaimana kata dapat berubah menjadi elemen visual. Peserta akan bereksperimen dengan menulis kata atau kalimat pendek, lalu mengolahnya menjadi komposisi gambar yang dicetak menggunakan teknik sablon sederhana. Workshop ini membuka cara melihat hubungan antara bahasa, gambar, dan praktik cetak kolektif.Grafis Huru Hara (GHH)MTN Seni Rupa (SENI MEDIA)
4Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00GEDUNG BworkshopWorkshop Praktikal Jurnalisme Warga IklimApa yang sedang terjadi? Iklim kita sedang berubah, dan tandanya ada di depan mata: udara yang makin panas, musim hujan dan kemarau yang makin sulit ditebak, hingga air laut yang mulai sering merendam jalanan (rob). Fenomena seperti El Niño bukan sekadar istilah ilmiah—bagi kita, ini berarti ancaman gagal panen, harga beras yang melonjak, dan krisis air bersih.
Iklim di Meja Makan. Sadarkah kita bahwa pilihan makanan kita juga punya "jejak"? Gaya hidup yang memilih pangan dengan emisi karbon tinggi (seperti produk impor atau daging industri skala besar) ikut memperparah pemanasan global. Sebaliknya, memilih menu lokal yang minim emisi adalah langkah kecil yang berdampak besar.
Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa krisis iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan pangan, ekonomi keluarga, serta akses masyarakat terhadap makanan yang layak dan bergizi. Degradasi lingkungan dan cuaca yang semakin tidak menentu turut berkontribusi pada penurunan kualitas gizi dan nutrisi pangan. Sesi ini juga memperkenalkan konsep gastrokolonialisme, yaitu bagaimana sistem pangan global dapat membentuk pola produksi dan konsumsi yang tidak adil, sehingga komunitas lokal seperti petani dan nelayan menjadi pihak yang paling rentan menghadapi dampak krisis iklim sekaligus tekanan pasar dan kebijakan pangan.
Anak muda Makassar akan dibekali keterampilan untuk mendeteksi "cerita iklim" di depan mata mereka dan mengemasnya agar tidak hanya viral, tapi juga akurat dan mampu memicu perubahan.
Ahmad Arif
Pratiwi
Gina Puspita Sari

Fajar Sanintan Jati
LaporIklim
Comms Lab
5Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00PELATARAN WISMADiskusi PanelTalkshow Musikal :
Kepada Lantunan yang Hilang Dalam Perubahan Lanskap
Sebagai contoh praktek ritual suku-suku di Afrika bahwa emosional, ingatan dan solidaritas masyarakat semakin diperkuat melalui interaksi yang terjadi melalui gerak tubuh, bunyi-bunyian, nyanyian, simbol-simbol (Turner et al., 2017). Sejak dahulu hingga saat ini aktivitas ritual dalam masyarakat di Afrika sangat berperan penting pada perkembangan kehidupan masyarakatnya. Bahkan dalam perkembangan masyarakat hingga saat ini dengan modernisasi yang terjadi mereka tidak meninggalkan adat istiadatnya. Karena masyarakat Afrika menyadari bahwa adat istiadat harus tetap hidup berdampingan dengan modernisasi yang berkembang di tengah-tengah kelompok masyarakatnya (Miller, 2016). Dengan demikian nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman hidup dapat terus diwariskan turun-temurun kepada generasi berikutnya. Sehingga norma-norma kehidupan tidak tergerus oleh arus modernisasi yang berkembang di masyarakat Afrika. Hasil penelitian Hamton melaporkan bahwa musik dan tari merupakan media agar masyarakat dapat menemukan dan merasakan ekspresi (Koskoff, 2017).
Pace Santana
Rossy You
Yustina Butu - Vol Jayapura
Rifka Kemesrar - Vol Sorsel
Sekar Banjaran AjiGreenpeace
6Minggu, 17 Mei 202610.00-12.00TAMAN DKMDiskusi PanelSustainability Corner "Nature is Talking, Are We Listening?: The Nature Journaling"Kegiatan lokakarya yang mengajak peserta untuk menggambar objek alam (daun, pohon, serangga, bunga, dll) yang ditemukan di sekitar Benteng Rotterdam. Peserta diharapkan untuk bisa merasakan dan mengeksplorasi objek yang ingin mereka ceritakan dalam bentuk lukisan sederhana. Tujuanya adalah untuk kembali mengkoneksi diri dengan alam dan menceritakan pandangan dan perasaannya ketika melihat suatu objek alamSafira Nurul Izzah Faika Alhabsyie Terratide by Seni Hijaukan Alam
7Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30CHAPELLecture5x15 Lanskap Hidup: Voices from the Frontline"Garis depan sering kali menjadi tempat yang sulit dijangkau oleh perhatian publik secara luas. Di sana, ada para aktivis, periset, dan pendokumentasi yang hadir untuk mencatat apa yang sedang terjadi. Namun, hadir sebagai orang luar di wilayah krisis membawa tantangan etika tersendiri: bagaimana menceritakan keadaan orang lain tanpa melebih-lebihkan atau justru menyederhanakan persoalannya? Kuliah umum ini menghadirkan empat pembicara yang bekerja di titik-titik krusial, mulai dari pendamping hukum, peneliti sosial, hingga pembuat film dokumenter. Mereka akan berbagi tentang proses di balik layar dalam menyusun narasi yang jujur. Fokusnya bukan pada tindakan heroik mereka, melainkan pada cara mereka memposisikan diri sebagai perantara. Kita akan membicarakan bagaimana data, rekaman visual, dan catatan lapangan diolah agar suara masyarakat di garis depan bisa terdengar lebih jernih, tanpa kehilangan konteks kemanusiaan yang mendasarinya."Sekar Banjaran Aji – Greenpeace
Zen RS - Pelagia
Fahruddin Faiz - Mizan
Fitrah Ramadhan - Kelas Menulis Tuli
Umanitya Fitri Hanryana - ICW

Olive HateemWe Speak Up
8Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30MUSEUM LA GALIGOIkon Inspirasi: MTN Seni Rupa
Talkshow : Seni Bertemu Publik Melalui Grafis dan Video Mapping
Bagaimana seni bisa mengubah cara kita melihat dan mengalami ruang kota? Dalam sesi ini, Grafis Huru Hara dan Ricky Janitras berbagi tentang praktik mereka yang melibatkan publik dan memanfaatkan ruang kota sebagai medium. Dari grafis kolektif hingga video mapping, keduanya menunjukkan bagaimana seni dapat membuka cara baru bagi orang untuk berkumpul, berinteraksi, dan mengalami kota bersama.Ricky Janitra
Grafis HuruHara
Gina KorompotMTN Seni Rupa
9Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30K-1Diskusi Panel[Program Jejaring] Harmonisasi Hukum Nasional dengan Hukum AdatKegiatan ini berbentuk talkshow yang dikemas dalam diskusi interaktif dengan menghadirkan dua narasumber untuk membahas topik bertajuk ”Harmonisasi Hukum Nasional dengan Hukum Adat” yang dipandu oleh seorang moderator. Kegiatan ini hadir sebagai ruang terbuka untuk bertukar gagasan dan pengalaman, baik dari narasumber maupun peserta.FLP
10Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30K-2Diskusi BukuBOOK DISCUSSION
Jalur Teripang: Jejak dan Pemaknaan Baru Seratus Tahun Kemudian
Aktivitas utama para pelaut yang berlayar menuju perairan di wilayah Australia Utara, selanjutnya disebut Arnhem Land, ternyata untuk satu tujuan utama, yaitu mencari teripang (Macknight, 1976). Campbell menuliskan dengan detail bahwa pada awal abad ke-19 ada sekitar 30 hingga 60 perahu para pencari teripang yang berlayar hingga ke Australia Utara yang mana masing-masing memuat sekitar 30 awak kapal. Dengan demikian, dapat dibayangkan bahwa ada sekitar 100 pelaut yang berlayar dari Pelabuhan Makassar untuk mencari teripang di Australia Utara pada masa itu (h. 29). Para pelaut ini mengumpulkan sekitar 200 hingga 350 ton teripang kering di setiap musimnya (h. 38).

Setelah seratusan tahun secara resmi pencari teripang yang berangkat dari Makassar dilarang masuk, relasi itu terus berlanjut dalam berbagai bentuk, baik perayaan maupun pemaknaan dalam dunia seni dan kebudayaan.

Buku hadir sebagai bentuk dari pemaknaan baru tersebut yang ditulis oleh sepuluh penulis muda dalam menginterpretasi ulang hubungan Makassar - Marege yang sangat emosional itu.
Idham Irwansyah
Subarman
Wilda Yanti SalamMarege Institute
11Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30GEDUNG E BELAKANGDiskusi PanelGelar Wicara Makassar Lintas Indra; Seni tanpa batas, Kota tanpa SekatFokus pembicaraan ini adalah membongkar hambatan-hambatan yang tidak terlihat, mulai dari prasangka dalam pikiran hingga kebijakan yang tidak akomodatif. Kita akan mendengarkan bagaimana para penggerak inklusi berupaya menciptakan ruang-ruang yang aman bagi setiap orang untuk berekspresi.
Dr. Ing. Ir. Venny Veronica
Nina Asterina
Daeng Malik
Aqram Syauqi Larigau BASAibu Wiki - Sulsel
Kota Kita
12Minggu, 17 Mei 202613.30-15.30GEDUNG B workshopDesain, Teknologi, dan Perubahan SosialKegiatan ini merupakan sesi berbagi dan diskusi yang mengajak organisasi dan komunitas penggerak untuk merefleksikan peran desain dan teknologi dalam kerja-kerja perubahan sosial. Desain dipahami secara luas (bukan hanya visual atau teknis) melainkan sebagai cara mengatur pesan, membangun relasi, memproduksi narasi, dan memobilisasi partisipasi publik. Melalui sesi ini, desain dan teknologi diposisikan sebagai praktik politis yang selalu membawa nilai, konsekuensi, dan pilihan. Sesi dibuka dengan pemantik singkat dari pembicara atau fasilitator untuk menghadirkan kerangka berpikir tentang relasi antara desain, teknologi, dan masyarakat. Pemantik ini tidak dimaksudkan sebagai ceramah, melainkan sebagai undangan berpikir bersama yang interaktif. Setelah itu, peserta diajak untuk membagikan pengalaman mereka sendiri: bagaimana desain digunakan (atau justru dibatasi) dalam kerja perubahan sosial yang mereka lakukan. Diskusi berlangsung secara horizontal, dengan tujuan saling belajar. Bukan mencari model terbaik, tetapi memahami konteks, tantangan, dan kemungkinan yang muncul ketika desain bertemu dengan realitas sosial.Dian Soraya (Fasilitator Utama)
Marissa Saraswati (Anotasi)
Annisa R. Beta (Anotasi)
-Anotasi
13Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45CHAPELPeluncuran BukuMaadi: Yang Berlalu Jadi Guru
======
ID#AAAB30sDox4
Erika Rachma Aprilia (2026-04-08 06:49:57)
jadwal sudah disetor ke gramed, tdk bisa dipindahkan
MAADI
(Jejak, Arus, dan Arah)

Maadi merupakan buku rampaian puisi keempat Natasha Rizky. Setelah Catatan Kronik, Kamu Tidak Istimewa, dan Ternyata Tanpamu, buku ini melanjutkan langkahnya sebagai penulis dengan memberi perhatian yang lebih kentara atas konsepsi waktu sebagai ruang bercerita. Kata maadi berasal dari bahasa Arab yang berarti masa lalu; sesuatu yang telah lewat, tetapi masih ada tersimpan sebagian di benak ingatan. Dari pengertian itu, buku ini bergerak—bukan dengan semangat nostalgia, melainkan dengan kesadaran bahwa yang telah berselang layak dijadikan bekal pandu bagi seseorang dalam membaca masa kini dan membayangkan arah menuju hari esok.
Kesadaran tersebut hadir melalui tiga periode waktu: Jejak, Arus, dan Arah. Ketiganya tidak hanya berfungsi sebagai bab pembagi, melainkan juga menjadi alur baca. Dalam Jejak, masa kecil, keluarga, dan kampung halaman muncul sebagai sumber pengalaman yang masih basah melekat dalam batin. Puisi-puisi seperti “Suara Nenek”, “Di Rahim Ibu”, dan “Bukittinggi” memperlihatkan bahwa ingatan di sini tidak semata hadir sebagai cerita masa silam, tetapi menjadi lapisan yang ikut membentuk ujaran lirik. Memasuki Arus, tema-tema puisi bergerak ke wilayah yang lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari. Benda, relasi, suasana, dan fragmen kehidupan saat ini sebagai bahan bercakap, sepertimana tampak pada puisi bertajuk “Langit Biru”, “Matcha”, “Kopi Sejawat”, “Sisir”, dan “Cincin Kenyataan”. Sementara itu, Arah membicarakan hal lain: puisi-puisi di sini memperlihatkan upaya dalam membayangkan hidup sebagai sesuatu yang terus dibentuk dan diarahkan, meski dengan seluruh keraguan, keberanian, dan ketidaktahuan yang menyertainya.
Dalam pengertian itu, Maadi dapat dibaca dalam tradisi puisi lirik, yakni puisi yang bertumpu pada pengalaman batin, intensitas perasaan, dan subjektivitas wicara. Namun buku ini tidak berhenti pada pengungkapan perasaan semata. Yang ditempuh di sini ialah cara bagaimana pengalaman-pengalaman yang intim itu diseberangkan dan ditata ke dalam bahasa, citraan, lagi renungan yang bertujuan melampaui dirinya sendiri. Karena itu, Maadi bukan hanya buku tentang masa lalu, melainkan bingkai waktu bagi pengalaman puitis: berisikan jejak-jejak masa lalu, arus yang sedang dijalani, serta arah langkah menuju masa depan yang diharapkan.
Natasha RizkyAmy RahmiyantiKPG
14Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45K-1Diskusi Panel[Program Jejaring] Ketika Arsip Merekam Sejarah Lingkungan Sulawesi SelatanKegiatan ini berupa diskusi yang berfokus pada arsip sebagai sumber utama untuk memahami sejarah lingkungan di Sulawesi Selatan. Diskusi berfokus pada arsip dan berbagai informasi yang terekam di dalamnya, terutama yang berkaitan dengan kondisi lingkungan, pemanfaatan sumber daya, serta relasi manusia dengan alam. Diskusi diawali dengan pemaparan singkat mengenai jenis arsip yang digunakan .Sejumlah arsip kemudian diperlihatkan sebagai bagian dari kegiatan, sehingga peserta dapat melihat langsung bentuk dokumen sekaligus menelusuri informasi yang terkandung di dalamnyaArsip Timur
15Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45K-3Diskusi Panel[Program Jejaring] Re-Co-Ordinate With the OceanLaut seringkali hadir sebagai latar—bukan sebagai pusat. Dalam wacana pembangunan, ia direduksi menjadi batas geografis, bukan ruang hidup yang kompleks. Re-co-ordinating with the Ocean mengajak peserta untuk membaca ulang laut sebagai koordinat yang hidup: sebagai ruang penghidupan, ruang belajar, sekaligus penghubung dan pemisah antar komunitas.The Floating School
Blue Forest
16Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45Taman Baca storytelling circle[Program Jejaring] Panggung diskusiDalam kegiatan ini, akan disediakan sebuah stand dengan mikrofon yang dapat digunakan oleh siapa saja yang tertarik untuk naik ke “panggung” dan menyampaikan pandangan mereka kepada khalayak. Peserta bebas membahas isu atau fenomena tertentu yang sebelumnya telah disepakati oleh komunitas. Tema diskusi tersebut akan ditampilkan melalui banner atau spanduk yang telah disiapkan.Diskusi Buku Bareng
17Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45I-3Diskusi PanelIn Conversation with Fahruddin FaizKita sedang menghadapi berbagai perang antar negara-negara. Rasanya hampir setiap hari kita mendengar kabar buruk yang dibawa dari perang itu. Mulai dari krisis minyak, kematian, ancaman nuklir, misil, dsb. Bagaimana kita bisa menghentikan kekerasan, konflik, dan perang untuk mewujudkan kehidupan bersama yang harmonis dan terkoordinir? Apa saja yang perlu kita persiapkan secara spiritual menghadapi perang ini agar kita tetap waras?

Fahruddin Faiz juga sedang dalam proses menulis buku tentang Filsafat Perdamaian. Pada panel ini kita akan mendengar tentang bagaimana proses bukunya, juga pandangan beliau tentang perdamaian.
Fahruddin FaizAndi Ulfa Wulandari (Dosen Filsafat UIN)Mizan
Bentang Pustaka
18Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45GEDUNG E BELAKANGpeluncuran bukuProject Multatuli: Tersungkur dan Tetap MelawanSesi peluncuran buku yang berisi kumpulan artikel Project Multatuli, merangkum aktivisme dalam berbagai tema. Sesi akan berlangsung seperti diskusi buku di awal, dimana beberapa artikel akan dibahas secara mendalam oleh moderator (Ronna Nirmala), kemudian bagian dua, peserta diskusi diajak untuk workshop kolase bersama sebagai bentuk aktivitas interaktif, dan peserta dapat memberikan respon terhadap buku PM tersebut.Ronna Nirmala (Redaktur Pelaksana Project Multatuli),
Rossy You (Campaigner Greenpeace)
Salman Azis (LBH Makassar)
Evi Mariani + (Fasil: Nurdiansyah + Evi Mariani + Ronna Nirmala)Project Multatuli
Greenpeace
19Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45GEDUNG BDiskusi Panel[Program Jejaring Komunitas]Melestarikan Pappasang to Mandar dalam Sastra AnakRuang berbagi dari komunitas Carita Sanaeke dalam mengembangkan Pappasang to Mandar menjadi cerita anak yang dekat, hangat, dan relevan dengan kehidupan hari ini.Irwan Syamsir
Humairah
Hidayatullah
Rina Marliana
Carita Sanaeke
20Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45TAMAN WISMALatihan
======
ID#AAAB5_nJnvI
Erika Rachma Aprilia (2026-04-30 08:12:25)
tidak pakai publikasi
Workshop Menyanyi bersama Perempuan Papua
======
ID#AAAB3yfijQw
Tia Ragat (2026-04-17 13:51:37)
Nyanyi dan Ingatan: Suara Perempuan Papua
Fokus utama sesi ini adalah pada praktik bernyanyi kolektif sebagai bentuk dukungan timbal balik (mutual care). Peserta akan diajak menyimak makna di balik lirik-lirik yang sederhana namun sarat akan sejarah hidup, serta merasakan bagaimana harmoni suara mampu menciptakan ruang aman bagi siapa pun yang terlibat di dalamnya.GREENPEACEGREENPEACE
Makassar Menyanyi
21Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45GEDUNG J LT. 2pertunjukkanMantraSonik - Pertunjukan Lintas Media Berbasis Riset Pesan-Pesan LeluhurPalli, Andre
Kuru, Fadly, Adin
Minta di ADIN
22Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45MUSEUM LA GALIGODiskusi PanelPARKIR: Re-co-Ordinate Mobilitas Kepulauan UrbanPARKIR (Pojok Belajar Rakyat Kota untuk Inisiatif Inklusif dan Rendah Emisi) adalah inisiatif penelitian partisipatif yang melibatkan penyandang disabilitas, warga lokal, orang muda dan ragam umur untuk memahami dinamika transportasi serta mobilitas warga. Seluruh hasil temuan akan diolah menjadi masukan untuk pengembangan peta jalan dekarbonisasi transportasi yang fokus pada aspek interseksionalitas. Di samping itu, PARKIR menghasilkan 4 artikel populer yang berisi gagasan dan refleksi seluruh partisipan dengan berbagai sudut pandang. Di Makassar, PARKIR mengangkat tema cerita warga dalam bermobilitas lintas pulau Makassar-Barrang Lompo.
1. Mila Rahmawati - Warga Barrang Lompo - narsum
2. Luna Vidya Matulessy
3. Mutmainnah
Daeng Maliq - Host dan PenanggapWRI Indonesia dkk
23Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45MCH AMPHITEATERDiskusi PanelJuru Bicara BumiMembahas kebijakan-kebijakan pemerintah yang terkait dengan konservasi alam dan bagaimana realitanya di lapangan.
Amalia Muis
Selin, Emerging& guru
Dandhy Laksono
Abdurrahman Abdullah (Forest Soceity)We Speak Up
PatjarMerah
FSRG
24Minggu, 17 Mei 202616.00-17.45TAMAN RASAA Cup of PoetryIbe S. Palogai
25Minggu, 17 Mei 202619.15-21.30PANGGUNG MALAM
26Minggu, 17 Mei 202619.15-21.30pertunjukanPertunjukan Menyanyi bersama Perempuan Papua kolaborasi dengan Makassar MenyanyiGREENPEACE x Makassar MenyanyiGREENPEACE
Makassar Menyanyi
26Minggu, 17 Mei 202619.15-21.30PertunjukanMusikalisasi Puisi
======
ID#AAAB3yfijQ8
Aziziah Diah Aprilya (2026-04-16 05:13:20)
perlu atur jadwal untuk latihan
Natasha Rizky
Hirah Sanada
Viny Mamonto
27Minggu, 17 Mei 202619.15-21.30pertunjukkanSkin n Blister
28Minggu, 17 Mei 2026OUTDOOR
(TOURING)
workshop[Program Jejaring] Sketsa kelilingIndonesia SketcherIndonesia sketcher

PROGRAM MIWF 2026
Makassar, 14 - 17 Mei 2026

Scroll to Top