Arif Maulana senang berziarah kubur. Katanya, itu jadi metode untuk mengenal diri. Namun, ziarah kubur hanya salah satu cara. Dalam perjalanan mengenal dirinya, ia juga melakukan pengarsipan. Ia mengarsipkan banyak hal, seperti peristiwa (lewat instagram arsiparif_), kebudayaan, pusaka (di kolektif baruga pusaka), kampungnya (bersama Munsi Lampe), serta film (di Sineria). Metode etnografi sering ia gunakan dalam melakukan kerja-kerja pengarsipannya. Metode ini ia pelajari selama menjadi mahasiswa di universitas yang menggunakan nama seorang raja di Sulawesi Selatan. Salah satu karya bersamanya terbit dengan judul Orang Massenrempulu: Sebuah Kajian Etnografi (2023).
