MAKASSAR – Festival literasi tahunan Makassar International Writers Festival 2026 (MIWF) kembali digelar bertempat di Benteng Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan dengan mengusung nilai-nilai inklusivitas, kolaborasi.dan ruang dialog kritis bagi publik lintas generasi.
Tahun ini menjadi momen penting bagi MIWF karena memasuki pelaksanaan ke-15 di tengah situasi krisis multidimensi yang masih dirasakan masyarakat.
Direktur MIWF 2026, M. Aan Mansyur, mengatakan festival tahun ini tetap membawa prinsip-prinsip dasar yang selama ini dijaga sejak awal penyelenggaraan.
Menurutnya, seluruh proses festival mulai dari penyusunan program, pelibatan mitra, hingga koordinasi tim selalu dipandu oleh nilai kemanusiaan dan transparansi.
“Festival ini bukan hanya tentang literasi, tetapi bagaimana menghadirkan ruang aman untuk berdialog, bertukar gagasan, dan memastikan semua suara terlibat dalam percakapan,” ujarnya.
Aan menjelaskan, sejak 2019 MIWF mulai menerapkan berbagai strategi ramah lingkungan, termasuk mengurangi penggunaan plastik selama festival berlangsung.
Selain itu, MIWF juga terus mendorong aksesibilitas agar seluruh kalangan masyarakat dapat menikmati festival secara setara.
“Tahun ini kami bekerja bersama komunitas-komunitas disabilitas. Akan ada relawan khusus dan penerjemah bahasa isyarat untuk membantu teman-teman difabel mengakses seluruh rangkaian festival,” jelasnya.
Sebanyak 12 juru bahasa isyarat disiapkan selama festival berlangsung. Tidak hanya itu, MIWF juga menghadirkan program untuk anak-anak hingga orang dewasa dengan melibatkan beragam latar belakang komunitas.

